<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704049">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KESEGARAN MUTU IKAN CAKALANG (KATSUWONUS PELAMIS) DAN IKAN TUNA (THUNNUS ALBACARES) MENGGUNAKAN UJI ORGANOLEPTIK DI CV. NOVIRA ABADI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAMADANI FITRIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat kesegaran mutu organoleptik ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dan ikan tuna (Thunnus albacares) pada tahap penerimaan bahan baku di CV. Novira Abadi. Uji organoleptik merupakan metode penilaian kesegaran ikan yang praktis dan dapat diandalkan untuk menentukan kualitas bahan baku dalam industri pengolahan perikanan. Penelitian ini menggunakan metode uji organoleptik berdasarkan standar SNI 2729:2013 dengan enam parameter penilaian meliputi kenampakan mata, insang, lendir permukaan, daging, bau, dan tekstur. Penilaian dilakukan oleh 15 panelis semi-terlatih menggunakan skala hedonik 1-9, kemudian data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis untuk mengetahui perbedaan antar kedua jenis ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis ikan berada dalam kategori segar dan layak dikonsumsi dengan nilai rata-rata organoleptik berkisar 6,5-7,0. Ikan tuna menunjukkan perbandingan nilai organoleptik lebih tinggi pada hampir semua parameter, terutama mata, insang, dan bau, meskipun perbedaan tidak signifikan secara statistik (p&gt;0,05). Parameter tekstur merupakan satu-satunya parameter yang menunjukkan kesamaan total antara kedua spesies. Temuan ini mengindikasikan bahwa ikan tuna memiliki daya tahan mutu organoleptik yang lebih baik dibandingkan ikan cakalang. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar pengembangan standar operasional prosedur (SOP) dalam proses penerimaan bahan baku untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk akhir di industri pengolahan perikanan.&#13;
Kata kunci: ikan cakalang, ikan tuna, organoleptik, CV. Novira Abadi.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISHERIES - PRODUCTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKIPJACK (TUNA)</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>THUNNUS</topic>
 </subject>
 <classification>338.372 7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704049</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-21 16:07:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-30 10:35:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>