<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704025">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI KIMIA HIJAU DI SMAN 5 BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nova Anjas Safitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa pada materi kimia hijau di SMAN 5 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 35 siswa kelas X-6 untuk pengisian angket, tiga siswa dengan tingkat kesulitan belajar yang berbeda untuk wawancara, serta tiga guru kimia yang mengajar materi kimia hijau. Instrumen yang digunakan meliputi angket identifikasi kesulitan belajar siswa, pedoman wawancara guru, dan pedoman wawancara siswa yang telah divalidasi oleh ahli. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data  meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan belajar pada enam aspek yang diteliti, yaitu aspek materi kimia hijau (62,9%), kemampuan siswa (71,4%), respon siswa, komunikasi guru dan siswa, pendekatan dan metode pembelajaran, serta suasana kelas. Faktor penyebab kesulitan meliputi faktor internal, seperti rendahnya pemahaman konsep, motivasi belajar, dan kemampuan mengaplikasikan materi, serta faktor eksternal, seperti metode pembelajaran yang didominasi ceramah, minimnya media pendukung, dan kondisi kelas yang belum sepenuhnya kondusif. Konsistensi antara hasil angket dan wawancara menunjukkan data yang valid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesulitan belajar siswa pada materi kimia hijau bersumber dari kombinasi faktor internal dan eksternal yang saling memengaruhi.&#13;
Kata kunci: Kesulitan Belajar, Kimia Hijau, Pembelajaran Kimia, Kualitatif Deskriptif.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LEARNING - EDUCATIONAL PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CHEMISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>370.152 3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704025</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-21 15:17:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-22 10:13:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>