<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704017">
 <titleInfo>
  <title>ESTIMASI KADAR KAFEIN BIJI KOPI ARABIKA DENGAN TEKNOLOGI NEAR-INFRARED REFLECTANCE SPECTROSCOPY (NIRS) MELALUI BERBAGAI METODE KOREKSI SPEKTRUM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maiful Hari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi arabika merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia. Keunikan dari cita rasa dan kandungan kafein yang lebih rendah dibandingkan kopi robusta menjadikan kopi arabika memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, analisis kadar kafein secara konvensional menggunakan perangkat High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) memerlukan waktu lama, biaya tinggi, dan preparasi sampel yang rumit. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan metode alternatif yang lebih cepat, efisien, dan non-destruktif untuk analisis kadar kafein pada kopi arabika. Salah satu teknologi yang berpotensi adalah Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS), yang bekerja dengan prinsip interaksi sinar inframerah dekat dengan molekul kimia dalam sampel. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pendugaan kadar kafein pada green bean kopi arabika menggunakan teknologi NIRS dengan metode koreksi spektrum (pretreatment) dan Partial Least Squares Regression (PLSR). Sampel penelitian ini diambil dari tujuh daerah penghasil kopi arabika di Indonesia, yaitu Gayo, Pangalengan, Cianjur, Toraja, Sidenreng Rappang, Pupuan dan Kintamani, dengan total 32 sampel green bean kopi arabika masing-masing seberat 50 gram. Data spektrum dianalisis menggunakan alat Thermo Nicolet Antaris II™ pada rentang panjang gelombang 1000–2500 nm. Metode koreksi spektrum yang digunakan meliputi Peak Normalization, Baseline Shift Correction, Savitzky-Golay Smoothing, Mean Normalization, Multiplicative Scatter Correction, dan Moving Average Smoothing, yang bertujuan untuk mengurangi noise dan meningkatkan akurasi prediksi. Analisis metode PLSR menghasilkan nilai koefisien korelasi (r) 0.948 dan koefisien determinasi (R²) 0.900, menunjukkan tingkat akurasi prediksi yang sangat baik. Metode Peak Normalization terbukti menjadi teknik koreksi spektrum terbaik dengan nilai Residual Predictive Deviation (RPD) sebesar 3.21 dan Root Mean Square Error of Calibration (RMSEC) sebesar 0.2216, yang menandakan kemampuan prediksi kuantitatif yang sangat akurat. Teknologi NIRS dengan metode PLSR dan koreksi spektrum ini menawarkan solusi yang lebih cepat, ramah lingkungan, dan non-destruktif dibandingkan metode konvensional seperti HPLC. Dengan keunggulannya, teknologi ini memiliki potensi besar untuk diterapkan sebagai alternatif untuk mengetahui kandungan kadar kafein kopi arabika.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COFFEE - COMMERCIAL PROCESSING - TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>663.93</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704017</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-21 15:16:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-21 15:57:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>