<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703929">
 <titleInfo>
  <title>MAKNA MOTIF SENUWAN KELUWAT SEBAGAI SIMBOL TRADISI DAN IDENTITAS DALAM KERAJINAN BORDIR DI DESA PULO KAMBING, KECAMATAN KLUET UTARA, KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nelsa Asyura</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Nelsa Asyura (2025). Makna Motif Senuwan Keluwat Sebagai Simbol Tradisi dan Identitas Pada Kerajinan Bordir di Desa Pulo Kambing, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh selatan. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dr. Rida Safuan Selian, S.Pd., M.Pd., dan Cut Zuriana S.Pd., M.Pd.&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna motif Senuwan Keluwat sebagai simbol tradisi dan identitas dalam kerajinan bordir masyarakat Kluet di Aceh Selatan. Motif ini merupakan representasi kekayaan alam dan budaya lima kecamatan di wilayah Kluet Raya, yaitu Kluet Timur, Kluet Tengah, Kluet Selatan, Kluet Utara, dan Pasieraja, yang masing-masing digambarkan melalui motif tumbuhan lokal seperti daun nilam, maman, buah nipah, asam patikala, dan biji pala, serta ornamen tambahan seperti motif waron dan bubung atap rumah rungko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teori semiotika Roland Barthes yang membagi makna ke dalam dua tingkatan: denotatif dan konotatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Senuwan Keluwat tidak hanya menampilkan bentuk visual tumbuhan, tetapi juga memuat makna simbolis yang mencerminkan identitas, nilai-nilai budaya, dan filosofi kehidupan masyarakat Kluet. Penggunaan warna-warna khas seperti merah, hijau, kuning, putih, dan hitam juga mengandung makna mendalam yang berhubungan dengan struktur sosial dan warisan budaya kerajaan Kluet terdahulu. Dengan demikian, motif Senuwan Keluwat memiliki fungsi penting sebagai simbol pemersatu etnis dan sebagai media pelestarian nilai-nilai budaya lokal.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Motif, Senuwan Keluwat, bordir, Simbol, Tradisi, Semiotika. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EMBROIDERY - ARTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CUSTOMS (PRACTICES)</topic>
 </subject>
 <classification>746.44</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703929</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-21 11:30:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-21 12:11:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>