<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703897">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS POTENSI BAHAYA LONGSOR DI KECAMATAN LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH MENGGUNAKAN METODE WEIGHT OVERLAY BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DAFI BARGAS AL RICLY DAMANIK</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanah longsor merupakan pergerakan massa tanah atau batuan dari bagian atas lereng ke bawah lereng akibat gravitasi bumi yang dipicu oleh curah hujan, jenis batuan, karakteristik tanah, kemiringan lereng, dan kondisi tutupan lahan. Dampaknya meliputi kerusakan ekosistem, terganggunya aktivitas masyarakat, rusaknya infrastruktur, serta dapat memicu bencana alam sekunder seperti banjir dan erosi. Tujuan penelitian ini merupakan untuk mengetahui sebaran potensi bencana longsor di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan Software ArcMap 10.8 untuk mengombinasikan berbagai parameter spasial seperti curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng, dan tutupan lahan, untuk menghasilkan peta zonasi kerawanan longsor. Data spasial yang digunakan berupa peta administrasi, tutupan lahan, jenis tanah, peta DEM, serta data curah hujan 10 tahun terakhir yang diambil dari stasiun curah hujan Pegasing dan Kebayakan. Setiap parameter yang mempengaruhi terjadinya longsor diberikan bobot seperti curah hujan dengan bobot 30%, jenis tanah dengan bobot 10%, kemiringan lereng dengan bobot 40%, dan tutupan lahan dengan bobot 20%. Bobot tersebut kemudian digunakan untuk menganalisis metode Weighted Overlay pada ArcMap 10.8 sehingga dapat menentukan tingkatan potensi kerawanan longsor. Kecamatan Lut Tawar memiliki rata-rata curah hujan sebesar 2.326 mm/tahun dengan jenis tanah berupa Rendzina dan Luvisol dan kemiringan lereng dengan kategori datar, landai, agak curam, dan sangat curam. Tutupan lahan didominasi oleh hutan lahan kering dan jenis tutupan lahan lainnya, seperti hutan tanaman, semak belukar, perkebunan, permukiman, lahan terbuka, padang rumput, pertanian lahan kering campur, sawah, dan tubuh air. Hasil penelitian menunjukkan wilayah penelitian terbagi ke dalam empat kelas tingkat kerawanan longsor, yaitu rendah 34% seluas 21,3 km2, sedang 11% seluas 7,18 km2, tinggi 22% seluas 13,81 km2, dan sangat tinggi 33% seluas 20,94 km2. Wilayah dengan kerawanan tinggi hingga sangat tinggi umumnya terdapat pada daerah bertopografi curam dengan tutupan lahan pemukiman dan sawah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LAND USE - AGRICULTURAL SURVEYS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LANDSLIDES</topic>
 </subject>
 <classification>631.47</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703897</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-21 10:25:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-21 11:50:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>