<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703865">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN TINDAK PIDANA PERZINAAN PADA UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG PIDANA DENGAN QANUN ACEH NOMOR 6 TAHUN 2014RNTENTANG JINAYAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rayyan Rizal Mubaraq</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
RAYYAN RIZAL&#13;
MUBARAQ, &#13;
(2025) &#13;
PERBANDINGAN TINDAK PIDANA PERZINAAN&#13;
PADA UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023&#13;
TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG PIDANA&#13;
DENGAN QANUN ACEH NOMOR 6 TAHUN 2014&#13;
TENTANG JINAYAT&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala &#13;
(v, 58). pp., bibl.&#13;
(Prof. Dr. Mohd. Din, S.H., M.H.) &#13;
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang&#13;
Pidana membawa perubahan pada ketentuan tindak pidana perzinaan. Aceh&#13;
memiliki peraturan yaitu Qanun Jinayat, yang mengatur tindak pidana tersebut&#13;
dengan pendekatan hukum yang berbeda. Keduanya berlaku sebagai dasar hukum&#13;
dalam menangani kasus perzinaan. Tetapi, terdapat perbedaan ketentuan antara&#13;
KUHP nasional dan Qanun Jinayat Aceh.&#13;
Tujuan penulisan skripsi untuk menjelaskan pengaturan Tindak Pidana&#13;
Perzinaan Setelah KUHP baru dengan Qanun Jinayat di Aceh serta pengaturan&#13;
KUHP baru sudah sesuai dengan nilai (norma) yang ada pada masyarakat&#13;
Indonesia sekarang ini.&#13;
Metode penelitian dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Data&#13;
penelitian yang digunakan diperoleh dari data sekunder dengan cara pendekatan&#13;
yang dilakukan berdasarkan bahan hukum utama dengan cara menelaah teoriteori,&#13;
&#13;
konsep-konsep, kaidah hukum serta peraturan Perundang-Undangan yang&#13;
berhubungan dengan penelitian ini.&#13;
Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaturan tindak pidana perzinaan&#13;
setelah pembaharuan hukum pidana mengubah pengaturan perzinaan dengan&#13;
memperluas cakupannya, tidak hanya bagi individu menikah tetapi juga mereka&#13;
yang belum menikah. Diatur dalam Pasal 411 dan 412, perzinaan tetap merupakan&#13;
delik aduan yang hanya dapat diproses jika terdapat aduan dari pihak&#13;
berkepentingan. Pengaturan Perzinaan dalam KUHP baru dengan Qanun Jinayat&#13;
di Aceh memiliki perbedaan signifikan dengan memperluas cakupan perzinaan&#13;
dengan mencakup individu yang belum menikah dan menetapkannya sebagai&#13;
delik aduan dengan ancaman maksimal 1 tahun penjara dan denda paling banyak&#13;
kategori II, yaitu Rp10 juta. Sementara itu, Qanun Jinayat di Aceh yang berbasis&#13;
hukum syariah menetapkan hukuman lebih berat, seperti hukuman penjara, denda,&#13;
dan qisas atau diyat seperti cambuk dan emas murni. Pengaturan KUHP baru&#13;
sudah sesuai dengan nilai (norma) yang ada pada masyarakat Indonesia sekarang&#13;
ini dengan norma moral dan agama yang masih dianut sebagian besar masyarakat,&#13;
tetapi juga menuai kritik dari kelompok yang lebih terbuka terhadap kebebasan&#13;
individu.&#13;
Disarankan kepada pemerintah untuk melakukan sosialisasi secara intensif&#13;
mengenai Qanun Jinayat Aceh dan KUHP baru. Dewan Perwakilan Rakyat juga&#13;
perlu mempertimbangkan pembaharuan perumusan sanksi dalam Qanun Hukum&#13;
Jinayat, khususnya dengan merumuskan pidana kumulatif bagi pelaku perzinaan.&#13;
Selain itu, Pemerintah Aceh perlu mempertahankan eksistensi sanksi pidana&#13;
cambuk untuk tindak pidana perzinaan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ISLAMIC LAW - ACEH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RAPE (CRIME) - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>340.595 981 1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703865</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-20 21:28:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-21 10:18:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>