<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703841">
 <titleInfo>
  <title>EKSPLORASI CENDAWAN RIZOSFER ASAL TANAMAN PALA SEBAGAI AGENS ANTAGONIS DALAM MENGHAMBAT PATOGEN FUSARIUM SP. IN-VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YATUL RAHMATIKA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fusarium sp. merupakan salah satu patogen tular tanah yang menyebabkan penyakit layu pada tanaman, termasuk tanaman pala (Myristica fragrans Houtt). Cendawan ini mampu bertahan di dalam tanah hingga puluhan tahun dan berkembang pesat dalam kondisi lingkungan yang lembab dan asam. Pengendalian alternatif yang ramah lingkungan dapat dilakukan melalui pemanfaatan cendawan rhizosfer sebagai agens hayati antagonis. Banyak jenis cendawan yang berasosiasi di rizosfer tanaman pala, beberapa diantaranya memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan Fusarium sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi cendawan rizosfer pada tanaman pala dan mengetahui jenis cendawan rizosfer yang paling berpotensi terhadap Fusarium sp. in vitro.&#13;
Penelitian ini dilakukan Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam-Banda Aceh, serta pengambilan sampel dilakukan di lima lokasi berbeda di Kabupaten Aceh Selatan, yaitu desa Peunelop, Hulu Pisang, Gunung Ketek, Alur Simerah, dan Lubuk Ayu. Penelitian terdiri dari survey di lapangan, proses pengambilan sampel, dan isolasi cendawan rizosfer secara In-vitro. Penelitian ini terdiri dari 3 tahapan, tahap pertama adalah isolasi cendawan rizosfer dan cendawan patogen. Pemilihan lahan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu penentuan lokasi secara sengaja berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Penentuan titik pengambilan sampel didasarkan pada luas area lahan serta jumlah tanaman yang terdapat di lokasi tersebut. Tahap kedua karakterisasi cendawan rizosfer dan cendawan patogen, serta uji patogenesitas cendawan rizosfer. Tahap ketiga adalah uji dual culture antara isolat cendawan rizosfer non patogen dengan Fusarium sp. in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non factorial. Hasil data uji persentase daya hambat cendawan rizosfer terhadap patogen Fusarium sp. yang diperoleh akan dianalisis menggunakan ANOVA. Apabila data menunjukkan pengaruh nyata terhadap Fhit maka dilanjutkan dengan uji duncan multiple range test (DMRT) pada taraf 5%. Peubah diamati meliputi karakteristik secara makroskopis dan mikroskopis dan persentase daya hambat cendawan rizosfer terhadap patogen Fusarium sp.   &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34 isolat rizosfer asal pertanaman pala. Berdasarkan hasil identifikasi bahwa, terdapat 13 isolat cendawan yang tidak menimbulkan gejala nekrotik pada benih padi, hal yang mencirikan isolat tersebut bersifat non patogen. Sedangkan 21 isolat lainnya bersifat patogen yang menyebabkan gejala nekrotik, serta terjadinya pembusukan pada benih. Semua isolat menunjukkan aktivitas antagonistik dengan variasi daya hambat. Isolat dengan persentase daya hambat tertinggi adalah Aspergillus sp. 2 (87,78%). Mekanisme penghambatan yang teridentifikasi meliputi kompetisi ruang dan nutrisi, pembengkakan hifa patogen, hifa keriting, dan abnormal. Penelitian ini membuktikan bahwa adanya cendawan rizosfer tanaman pala yang memiliki potensi sebagai agens hayati dalam mengendalikan Fusarium sp.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703841</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-20 17:50:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-21 10:26:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>