<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703747">
 <titleInfo>
  <title>SINTESIS NANOFIBER R-NILON 6,6 TERMODIFIKASI CUO DAN FE3O4 SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT SECARA ELEKTROSPINNING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Deeva Ananda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi dua jenis nanofiber, yaitu nanofiber nilon dan nanofiber komposit nilon/Cuo/Fe3O4, serta mengevaluasi peforma keduanya dalam proses adsorpsi ion logam Pb2+. Sintesis nanofiber dilakukan dengan metode elektrospinning, kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM, FTIR, XRD dan pengukuran sudut kontak. Hasil SEM menunjukkan bahwa nanofiber nilon memiliki diameter rata-rata fiber 1466 nm, sedangkan penambahan CuO dan Fe3O4 menghasilkan fiber dengan permukaan yang lebih kasar dan diameter rata-rata fiber 1657 nm. Spektrum FTIR menunjukkan gugus fungsi khas nilon pada kedua nanofiber, dengan intensitas puncak yang menurun pada nanofiber komposit, mengindikasikan interaksi fisik antara matriks polimer serta nanopartikel. Karakterisasi XRD menunjukkan bahwa nanofiber nilon bersifat semi-kristalin, sedangkan setelah penambahan CuO dan Fe3O4, pola difraksi menjadi lebih melandai dan melebar, mengindikasikan penurunan tingkat kristalinitas dan kecenderungan struktur yang lebih amorf. Pengukuran sudut kontak menunjukkan bahwa nanofiber nilon memiliki sudut kontak 17,5° sedangkan nanofiber komposit 34° yang menandakan kedua nanofiber ini bersifat hidrofilik. Uji adsorpsi menunjukkan bahwa nanofiber nilon murni memiliki efisiensi adsorpsi yang lebih rendah dibandingkan nanofiber komposit menunjukkan efisiensi adsorpsi yang signifikan, yaitu mencapai 98,5%. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan CuO dan Fe3O4 meningkatkan sifat permukaan dan peforma adsorpsi nanofiber secara signifikan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703747</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-20 10:24:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-20 10:28:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>