<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703727">
 <titleInfo>
  <title>FORMULASI DAN ANALISIS KANDUNGAN GIZI CRACKERS DAUN KELOR BERBAHAN DASAR NASI DENGAN JENIS DIVARIASIKAN UNTUK PENYEDIAAN CEMILAN BERGIZI BAGI BALITA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAZIYATUN RAHMAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Upaya penambahan gizi crackers sebagai cemilan bergizi bagi balita dapat dilakukan dengan mengganti bahan dasar pembuatan crackers. Bahan dasar crackers umumnya menggunakan tepung terigu sehingga dalam penelitian diganti dengan nasi putih, nasi merah, dan nasi hitam. Analisis kandungan gizi crackers dilakukan untuk mengetahui kandungan gizi secara kasar meliputi kadar: air, abu, protein, lemak dan karbohidrat berturut-turut dengan metode thermogravimetri, kering, Lowry, sokletasi dan analisis by difference. Uji organoleptik dilakukan untuk menilai kesukaan panelis terhadap aspek warna, aroma, rasa dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa crackers yang diformulasikan sudah memenuhi syarat mutu SNI 2973:2022 terhadap kadar air, kadar abu, kadar abu tidak larut asam, dan kadar karbohidrat, sedangkan kadar protein dan lemak belum memenuhi syarat mutu minimum. crackers F3 berbahan dasar nasi hitam memiliki kadar abu dan lemak tertinggi, masing-masing sebesar 1,250% dan 2,760%. Kadar protein tertinggi, yaitu 0,079%, terdapat pada crackers F0 berbahan dasar tepung terigu, sedangkan kadar karbohidrat tertinggi dimiliki crackers F2 berbahan dasar nasi merah. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa crackers F1 berbahan dasar nasi putih paling disukai dari aspek warna dan aroma, sementara crackers F2 berbahan dasar nasi merah lebih unggul dari aspek rasa dan tekstur. Peningkatan kadar lemak dapat dilakukan melalui penambahan bubuk alpukat dan minyak zaitun, sedangkan peningkatan kadar protein dapat dicapai dengan penambahan tepung kedelai.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FOOD - NUTRITIONAL CONTENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TODDLER</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NUTRITIONAL SERVICES - SCHOOLS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CRACKERS - COMMERCIAL PROCESSING</topic>
 </subject>
 <classification>664.752</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703727</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-19 22:17:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-20 16:12:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>