Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN ETNOGRAFI TARI MADIDIK DI DESA LATAK AYAH KECAMATAN SIMEULUE CUT KABUPATEN SIMEULUE
Pengarang
WINDI RAHMA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Ramdiana - 197609162006042001 - Dosen Pembimbing I
Cut Zuriana - 197801142006042002 - Dosen Pembimbing II
Nurlaili - 197506102006042001 - Penguji
Rida Safuan Selian - 197610072002121003 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2006102030065
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
305.8
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Windi Rahma. (2025). Kajian Etnografi Tari Madidik di Desa Latak Ayah
Kecamatan Simeulue Cut Kabupaten Simeulue [Skripsi. Universitas Syiah
Kuala]. Dibawah bimbingan Ramdiana, S.Sn., M.Sn., dan Cut Zuriana, S.Pd.,
M.Pd.
Masyarakat di Desa Latak Ayah Kecamatan Simeulue Cut Kabupaten
Simeulue memiliki tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dan dikemas
dalam bentuk pertunjukan seni, yakni Tari Madidik. Tari ini biasa ditampilkan
pada momen-momen adat dan kegiatan penting sebagai bentuk pelestarian budaya
lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Tari Madidik melalui pendekatan
etnografi guna mengetahui nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan
dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini meliputi seniman tari Madidik, Penari
tari Madidik, beserta perangkat Dinas Kebudayaan dan yang memahami dan
terlibat langsung dalam pelestarian Tari Madidik. Objek penelitian adalah Tari
Madidik itu sendiri, sedangkan data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil kajian menunjukkan
bahwa Tari Madidik mengandung aspek kebudayaan menurut teori
Koentjaraningrat, yaitu: (1) aspek kesenian yang mencakup bentuk gerak, iringan
syair, dan estetika tarian; (2) aspek bahasa yang terlihat pada penggunaan syair
sebagai media komunikasi budaya; (3) aspek sistem religi karena Tari Madidik
dulunya berkaitan erat dengan nilai-nilai Islami dan penyampaian pesan moral; (4)
aspek sistem organisasi sosial melalui keterlibatan komunitas dalam pelaksanaan
tari; (5) aspek sistem mata pencaharian yang tercermin dari syair dan gerakan yang
menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir;
Kata kunci: Tari, Madidik, Kajian, Etnografi, Simeulue
ABSTRACT Windi Rahma. (2025). An Ethnographic Study of the Madidik Dance in Latak Ayah Village, Simeulue Cut Subdistrict, Simeulue Regency [Undergraduate Thesis, Syiah Kuala University]. Supervised by Ramdiana, S.Sn., M.Sn., and Cut Zuriana, S.Pd., M.Pd. The community of Latak Ayah Village, Simeulue Cut Subdistrict, Simeulue Regency, maintains a traditional heritage passed down from generation to generation, which is expressed through performing arts, particularly the Madidik dance. This dance is typically performed during customary ceremonies and important local events as a form of cultural preservation. This study aims to examine the Madidik dance through an ethnographic approach to uncover the cultural values embedded within it. A qualitative research method was employed, with data collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The subjects of this study include Madidik dance artists, Madidik dancers, and representatives from the Cultural Affairs Office who understand and are directly involved in the preservation of the Madidik dance. The object of the research is the Madidik dance itself. The data were analyzed using the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing (verification). The results of the study show that the Madidik dance reflects several cultural elements according to Koentjaraningrat’s theory, including: (1) the artistic element, covering movement patterns, lyrical accompaniment, and the aesthetics of the dance; (2) the language element, seen in the use of chants as a means of cultural communication; (3) the religious system element, as the Madidik dance was historically closely related to Islamic values and the transmission of moral messages; (4) the social organization element, shown through community involvement in the performance of the dance; and (5) the livelihood system element, reflected in the lyrics and movements that portray the coastal life of the Simeulue people Keywords: Madidik, Dance, Ethnographic Study, Simeulue
PENDOKUMENTASIAN GERAK TARI MADIDIK DENGAN NOTASI LABAN DI DESA KAMPUNG AIE KABUPATEN SIMEULUE (Feni Rahma Putri Marta, 2024)
BENTUK PENYAJIAN TARI TRADISIONAL MADIDIK DI DESA KAMPONG AIE KECAMATAN SIMEULUE TENGAH KABUPATEN SIMEULUE (RENITA DORA LAHRA, 2015)
KAJIAN ETNOGRAFI TARI SILEK GELOMBANG DI KABUPATEN SIMEULUE (Anggi Rigia Anandari, 2025)
PERUBAHAN FUNGSI PERAN PEMAIN TARI SILAT GELOMBANG DI DESA KAMPUNG AIE KECAMATAN SIMEULUE TENGAH KABUPATEN SIMEULUE (Nurul Aine. T, 2025)
KAJIAN ETNOGRAFI TARI LAWEUT DI KABUPATEN PIDIE (PUTI ALIFFA, 2023)