PREVALENSI DAN POLA GEJALA GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS SYIAH KUALA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PREVALENSI DAN POLA GEJALA GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS SYIAH KUALA


Pengarang

Bunga Rizki Rahman - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Yusuf - 197708152006041002 - Dosen Pembimbing I
Vera Dewi Mulia - 197908012006042004 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2207101010153

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.32

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan kelainan saluran cerna bagian atas akibat refluks asam lambung ke esofagus yang dapat menimbulkan gejala esofageal maupun ekstraesofageal. Mahasiswa kedokteran berisiko lebih tinggi mengalami GERD karena pola makan yang tidak teratur, stres akademik, serta gaya hidup kurang sehat. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi dan pola gejala GERD pada mahasiswa pendidikan dokter Universitas Syiah Kuala. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri dari 262 mahasiswa program studi Pendidikan Dokter angkatan 2022, 2023, dan 2024 yang memenuhi kriteria inklusi, dipilih melalui stratified random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 59 responden (22,5%) memiliki skor GERD-Q ≥8. Gejala esofageal yang paling sering dilaporkan adalah regurgitasi (98,3%) dan heartburn (81,4%). Berdasarkan kuesioner Reflux Symptom Index (RSI), gejala ekstraesofageal yang paling banyak dialami adalah rasa terbakar di ulu hati, nyeri dada, gangguan pencernaan, dan regurgitasi asam (67,8%), diikuti gangguan pernapasan atau sulit bernapas (44,1%), serta sering mengeluarkan lendir di tenggorokan (37,3%). Gejala alarm yang ditemukan antara lain mual dan/atau muntah (25,4%), nyeri menetap (22,0%), anemia defisiensi zat besi (10,2%), serta disfagia (8,5%), dengan gejala lain

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is an upper gastrointestinal disorder caused by the reflux of gastric acid into the esophagus, which can manifest with both esophageal and extraesophageal symptoms. Medical students are at higher risk of developing GERD due to irregular eating patterns, academic stress, and unhealthy lifestyles. This study aimed to determine the prevalence and symptom patterns of GERD among medical students at Universitas Syiah Kuala. This was a descriptive observational study with a cross-sectional design. The sample consisted of 262 medical students from the 2022, 2023, and 2024 cohorts who met the inclusion criteria, selected using stratified random sampling. Data were analyzed using univariate methods. The results showed that 59 respondents (22.5%) had a GERD-Q score ≥8. The most frequently reported esophageal symptoms were regurgitation (98.3%) and heartburn (81.4%). Based on the Reflux Symptom Index (RSI), the most common extraesophageal symptoms were heartburn, chest pain, indigestion, and acid regurgitation (67.8%), followed by respiratory difficulties (44.1%) and frequent throat clearing or throat mucus (37.3%). Alarm symptoms identified included nausea and/or vomiting (25.4%), persistent pain (22.0%), iron-deficiency anemia (10.2%), and dysphagia (8.5%), while other symptoms were reported in proportions

Citation



    SERVICES DESK