HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN NAPZA DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA REHABILITAN NAPZA DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN NAPZA DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA REHABILITAN NAPZA DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

DEA ELFITRI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hidayaturrahmi - 198408022010122002 - Dosen Pembimbing I
Zulfa Zahra - 198203292008122001 - Dosen Pembimbing II
Juwita - 198306272010122006 - Penguji
Subhan Rio Pamungkas - 197911122006041001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2207101010115

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.86

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak luas pada fungsi otak, terutama area yang berperan dalam memori dan fungsi eksekutif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan durasi penggunaan NAPZA, fungsi kognitif, serta menganalisis hubungan antara keduanya pada rehabilitan di Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang pada 59 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling di beberapa yayasan rehabilitasi. Fungsi kognitif diukur menggunakan instrumen Mini Mental State Examination (MMSE), sedangkan analisis hubungan dilakukan dengan uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mulai menggunakan NAPZA pada usia remaja akhir hingga dewasa muda, dengan jenis zat terbanyak adalah kombinasi ganja dan sabu. Mayoritas responden memiliki lama penggunaan lebih dari sepuluh tahun. Pemeriksaan MMSE menunjukkan 57,6% responden memiliki fungsi kognitif normal, 39,0% mengalami gangguan kognitif ringan, dan 3,4% mengalami gangguan kognitif berat. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara durasi penggunaan NAPZA dan fungsi kognitif (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin lama penggunaan NAPZA, semakin besar risiko terjadinya gangguan kognitif, sehingga evaluasi fungsi kognitif perlu
menjadi bagian penting dalam program rehabilitasi.
Kata kunci: NAPZA, durasi penggunaan, fungsi kognitif, rehabilitan, Banda Aceh

Substance abuse remains a significant public health problem with profound effects on the brain, particularly on regions responsible for memory and executive function. This study aimed to describe the duration of substance use, cognitive function, and to analyze their relationship among rehabilitants in Banda Aceh. An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted on 59 participants selected through purposive sampling from several rehabilitation centers. Cognitive function was assessed using the Mini Mental State Examination (MMSE), and the relationship was analyzed using Spearman’s correlation test. The results showed that most participants initiated substance use during late adolescence to early adulthood, with marijuana and methamphetamine as the most frequently used combination. The majority had used substances for more than ten years. MMSE results indicated that 57.6% of participants had normal cognitive function, 39.0% had mild impairment, and 3.4% had severe impairment. Statistical analysis revealed a significant association between the duration of substance use and cognitive function (p < 0.05). These findings suggest that longer duration of substance use increases the risk of cognitive impairment, highlighting the importance of integrating routine cognitive evaluation into rehabilitation programs. Keywords: Substance abuse, duration of use, cognitive function, rehabilitants, Banda Aceh

Citation



    SERVICES DESK