<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703583">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN NAPZA DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA REHABILITAN NAPZA DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DEA ELFITRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak luas pada fungsi otak, terutama area yang berperan dalam memori dan fungsi eksekutif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan durasi penggunaan NAPZA, fungsi kognitif, serta menganalisis hubungan antara keduanya pada rehabilitan di Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang pada 59 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling di beberapa yayasan rehabilitasi. Fungsi kognitif diukur menggunakan instrumen Mini Mental State Examination (MMSE), sedangkan analisis hubungan dilakukan dengan uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mulai menggunakan NAPZA pada usia remaja akhir hingga dewasa muda, dengan jenis zat terbanyak adalah kombinasi ganja dan sabu. Mayoritas responden memiliki lama penggunaan lebih dari sepuluh tahun. Pemeriksaan MMSE menunjukkan 57,6% responden memiliki fungsi kognitif normal, 39,0% mengalami gangguan kognitif ringan, dan 3,4% mengalami gangguan kognitif berat. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara durasi penggunaan NAPZA dan fungsi kognitif (p &lt; 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin lama penggunaan NAPZA, semakin besar risiko terjadinya gangguan kognitif, sehingga evaluasi fungsi kognitif perlu&#13;
menjadi bagian penting dalam program rehabilitasi.&#13;
Kata kunci: NAPZA, durasi penggunaan, fungsi kognitif, rehabilitan, Banda Aceh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>REHABILITATION - HEALTH SERVICES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SUBSTANCE ABUSE - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.86</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703583</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-17 10:53:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-20 10:00:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>