<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703547">
 <titleInfo>
  <title>AN ANALYSIS OF METAPHORICAL TYPES IN ACEHNESE HADIH MAJA (A LINGUISTIC STUDY ON ACEHNESE ORAL TRADITION)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NIZA RUSITA MAIZANTI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan dalam interaksi sosial. Dalam komunikasi, metafora memiliki peran penting dalam mengekspresikan makna yang melampaui interpretasi harfiah. Salah satu bentuk ungkapan metaforis dalam budaya Aceh ditemukan dalam Hadih Maja, yaitu kumpulan kearifan lisan tradisional yang berakar kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh dan berfungsi sebagai pedoman berupa nasihat serta nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis metafora yang terdapat dalam Hadih Maja berdasarkan teori Ullmann serta menafsirkan makna di baliknya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data yang divalidasi melalui wawancara dengan para ahli. Sebanyak 211 ungkapan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis metafora yang paling dominan berdasarkan Ullmann (1974) adalah metafora konkret-ke-abstrak, dengan 59 temuan (28%). Selanjutnya diikuti oleh metafora hewan sebanyak 35 temuan (16,6%), metafora antropomorfik sebanyak 4 temuan (1,9%), dan metafora sinestetik sebanyak 3 temuan (1,4%). Selain itu, ditemukan tiga jenis metafora yang berada di luar teori yang ada, yaitu metafora konkret-ke-konkret, abstrak-ke-konkret, dan abstrak-ke-abstrak. Analisis mengungkapkan bahwa Hadih Maja mencerminkan hubungan yang kuat antara masyarakat Aceh dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya. Dominasi metafora konkret-ke-abstrak menunjukkan bahwa masyarakat Aceh sering mengambil inspirasi dari unsur-unsur dunia nyata seperti alam, hewan, dan aktivitas sehari-hari untuk menyampaikan pesan moral yang kompleks atau abstrak. Temuan ini menegaskan pentingnya metafora dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan tradisional dalam masyarakat Aceh.&#13;
&#13;
Kata kunci: budaya Aceh, Hadih Maja, metafora</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>METAPHOR - LITERATURE</topic>
 </subject>
 <classification>808.801 5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703547</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-16 23:03:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-17 11:15:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>