<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703531">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DAMPAK POLITIK UANG PADA PEMILIHAN LEGISLATIF TAHUN 2024 DI KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Al Fikri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Politik uang merupakan praktik yang marak dalam pemilihan legislatif di Kabupaten Aceh Selatan, sering kali merusak prinsip-prinsip demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses terjadinya politik uang dan bagaimana praktik tersebut dapat meningkatkan partisipasi politik di kalangan masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data untuk mendapatkan gambaran mengenai fenomena ini. Penelitian dilakukan di Kabupaten Aceh Selatan, sebagai daerah  dengan tingkat  kerawanan  politik  uang  yang tinggi  pada  pemilu  serentak&#13;
2024. Penelitian ini menggunakan teori money politic (Aspinall &amp; Sukmajati, 2015). Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik uang, meskipun dapat meningkatkan partisipasi pemilih, sering kali tidak didasarkan pada kesadaran politik yang matang. Banyak pemilih yang terlibat dalam praktik ini lebih termotivasi oleh imbalan materi daripada pemahaman mengenai visi dan misi kandidat. Praktik serangan fajar, di mana uang atau barang diberikan menjelang pemungutan suara, menjadi salah satu taktik umum dalam meraih dukungan. Hal ini menciptakan budaya pragmatis di mana suara dianggap sebagai komoditas yang dapat dibeli. Penelitian ini juga menemukan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat mengenai dampak negatif politik uang memperburuk kualitas demokrasi. Ketergantungan pada imbalan materi mengurangi motivasi untuk terlibat secara aktif dalam proses politik yang seharusnya bersifat partisipatif dan berorientasi pada kepentingan publik. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa praktik politik uang tidak hanya membentuk budaya politik transaksional di mana suara dianggap sebagai komoditas, tetapi juga melemahkan kualitas demokrasi. Meskipun mendorong meningkatnya partisipasi secara angka, hal itu tidak mencerminkan partisipasi yang berkualitas. Kondisi ini menciptakan ketergantungan masyarakat pada insentif material dan menurunkan kesadaran akan arti penting hak suara. Saran yang dihasilkan mencakup peningkatan transparansi dalam pendanaan kampanye untuk mengurangi potensi korupsi, penguatan lembaga pengawas   seperti   KIP   dan   Panwaslih   agar   lebih   efektif   dalam   menangani pelanggaran, serta penerapan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.&#13;
Kata Kunci: politik uang, partisipasi politik, pemilihan legislatif, Aceh Selatan &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>POLITICAL PROPAGANDA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ELECTION OFFENSES</topic>
 </subject>
 <classification>364.132 4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703531</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-16 20:09:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-17 09:11:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>