<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703481">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH WORKPLACE SPIRITUALITY TERHADAP WORK ENGAGEMENT PADA APARATUR SIPIL NEGARA GENERASI Z</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>GINA TSABITHA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Generasi Z mulai memasuki dunia kerja, termasuk sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), dengan membawa karakteristik seperti orientasi pada makna pekerjaan, fleksibilitas, serta perhatian terhadap keseimbangan hidup. Dalam praktiknya, sebagian dari generasi Z menghadapi dinamika ketika ekspektasi terhadap pekerjaan berbeda dengan realitas yang dijalani, sehingga dapat memengaruhi tingkat work engagement, yaitu sejauh mana individu menunjukkan antusiasme, dedikasi, dan penyerapan dalam pekerjaan. Salah satu faktor yang relevan dalam mendukung work engagement adalah workplace spirituality, yang menekankan pada keselarasan antara nilai pribadi, makna pekerjaan, dan rasa kebersamaan di lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linier sederhana pada 100 ASN generasi Z di Banda Aceh dengan instrumen Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9) dan workplace spirituality scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat workplace spirituality yang tinggi, sementara work engagement berada pada kategori rata-rata. Analisis regresi mengungkapkan bahwa workplace spirituality berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement, dengan kontribusi sebesar 25,7% terhadap varians yang terjadi. Temuan ini menegaskan pentingnya workplace spirituality dalam meningkatkan work engagement ASN generasi Z melalui keselarasan nilai, makna, dan komunitas, meskipun faktor lain juga turut berperan dalam mengoptimalkan work engagement.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703481</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-16 13:33:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-16 14:27:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>