<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703465">
 <titleInfo>
  <title>OPTIMASI EKSTRAKSI MINYAK ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) RNDENGAN METODE MALAXING MENGGUNAKAN RNRESPONSE SURFACE METHODOLOGY</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ova Ariska</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknologi Industri Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Minyak alpukat merupakan salah satu jenis minyak nabati edible oil yang memiliki komponen aktif biologis seperti tokoferol, fitosterol dan asam lemak tidak jenuh, yang bermanfaat bagi kesehatan. Seperti antioksidan dan antiinflamasi, serta baik untuk kesehatan jantung dan kulit. Minyak ini juga bernilai tinggi secara ekonomi karena banyak digunakan dalam industri makanan, kosmetik dan farmasi. Namun, metode ekstraksi minyak alpukat yang umum digunakan, seperti metode (soxhlet) atau pengepresan dingin, memiliki kekurangan, antara lain  risiko residu pelarut organik dan waktu pengolahan yang lama yang dapat merusan kualitas minyak. Oleh karena itu, perlu dikembangkan metode alternatif yang efisien dan ramah lingkungan, salah satunya adalah metode malaxing.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses malaxing pada ekstraksi minyak alpukat segar menggunakan pendekatan Responsee Surface Methodology (RSM). Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan untuk mengetahui pengaruh waktu malaxing dan kecepatan sentrifuse terhadap yield minyak, dan tahap kedua adalah optimasi menggunakan rancangan Central Composite Design (CCD) dalam RSM. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah waktu malaxing (X₁: 2, 3 dan 4 jam) dan kecepatan sentrifuse (X₂: 5000, 5500 dan 6000 rpm). Variabel respon yang diamati adalah rendemen (yield) minyak alpukat yang diperoleh dari proses tersebut. &#13;
Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Design Expert 13. Model kuadratik dipilih sebagai model terbaik berdasarkan sequential model sum of squares, lack of fit dan model summary statistic. Model ini memiliki nilai R² sebesar 0,9883, adjusted R² sebesar 0,9800, dan predicted R² sebesar 0,9527, yang menunjukkan bahwa model tersebut sangat sesuai dan akurat dalam menggambarkan hubungan antar variabel.&#13;
Kondisi optimum diperoleh pada waktu malaxing selama 3 jam dan kecepatan sentrifuse 6000 rpm, dengan nilai yield maksimum sebesar 5,98%. Hasil karakterisasi fisikokimia terhadap minyak alpukat yang dihasilkan menunjukkan nilai densitas sebesar 0,9024 g/mL, bilangan asam 2,82 mg KOH/g, bilangan peroksida 2 meq O₂/kg, dan bilangan penyabunan 185,13 mg KOH/g. Semua nilai tersebut berada dalam kisaran standar mutu minyak nabati menurut AOAC (2016), Codex Alimentarius (CXS 210-1999), serta SNI 01-3555-1998.  Selanjutnya nalisis gugus fungsi dengan spektroskopi FTIR menunjukkan adanya puncak khas untuk gugus ester dan gugus karbonil (C=O), yang menandakan keberadaan trigliserida dalam minyak. Sementara itu, analisis komposisi asam lemak dengan GC (Gas Chromatography) menunjukkan bahwa minyak alpukat didominasi oleh asam oleat (C18:1) sebesar 60,69%, diikuti oleh asam palmitat (C16:0) sebesar 20,18%, dan asam linoleat (C18:2) sebesar 11,06%. &#13;
Berdasarkan hasil penelitian ini, metode malaxing terbukti efektif dalam menghasilkan minyak alpukat dengan kualitas fisikokimia yang baik dan kandungan asam lemak esensial yang tinggi. Dengan demikian, metode ini dapat direkomendasikan sebagai metode alternatif yang potensial untuk ekstraksi minyak alpukat skala industri maupun skala rumah tangga.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703465</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-16 12:25:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-16 12:29:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>