PRODUKTIVITAS GETAH PINUS ( PINUS MERKUSII JUNGH. ET DE VRISE) DI DESA PENOSAN KECAMATAN BLANGJERANGO KABUPATEN GAYO LUES | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PRODUKTIVITAS GETAH PINUS ( PINUS MERKUSII JUNGH. ET DE VRISE) DI DESA PENOSAN KECAMATAN BLANGJERANGO KABUPATEN GAYO LUES


Pengarang

Watilah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ashabul Anhar - 196606291990031002 - Dosen Pembimbing I
Triati Handayani - 199308232020022101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1805150020003

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Kehutanan (Gayo Lues) (S1) / PDDIKTI : 54254

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian - Kehutanan., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

634.975 1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya. Salah satu tanaman yang menghasilkan hasil hutan bukan kayu (HHBK) adalah getah pinus (Pinus merkusii Jungh. Et de Vries) merupakan tanaman asli Indonesia yang tersebar secara alami di Sumatera yaitu Aceh, Tapanuli dan Kerinci. Kabupaten GayoLues merupakan salah satu daerah Provinsi Aceh dengan hutan pinus yang tumbuh secara alami.
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial pada bulan Oktober sampai November tahun 2023 di Desa Penosan, Kecamatan Blangjerango, Kabupaten GayoLues.Data dalam penelitian ini adalah data primer yang didapat dari lapangan dan data sekunder didapat dari jurnal-jurnal, literatur, buku-buku dan sumber lainnya selanjutnya data produktivitas getah pinus yang didapat dianalisis menggunakan aplikasi software spss26 untuk mengetahui adanya perbedaan produktivitas getah pinus pada kelas diameter batang menggunakan uji One-Way (ANOVA).
Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas diameter batang berpengaruh nyata terhadap hasil getah pinus. Semakin besar diameter batang pohon Pinus merkusii maka semakin banyak getah yang dihasilkan.Hasil rata-rata keseluruhan produktivitas getah pinus selama 2 bulan dengan sistem koakan terjadi peningkatan berturut-turut dari kelas diameter terendah sampai tertinggi. Namun Kelas diameter D3 (36–40 cm) menunjukkan hasil paling optimal.
Getah yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu pada kelas diameter 1 (25-30 cm) sebesar 182.67 g/pohon/10 hari, kelas diameter 2 (31-35 cm) sebesar 194.17 g/pohon/10 hari, kelas diameter 3 (36-40 cm) sebesar 383.11 g/pohon/10 hari, kelas diameter 4 (41-45 cm) sebesar 276.61 g/hari/10 hari.

A forest is an ecosystem unit in the form of a land expanse containing biological natural resources dominated by trees within its natural environment. Pine sap (Pinus merkusii Jungh. Et de Vries) is one of the plants that yields Non-Timber Forest Products (NTFPs). It is a native Indonesian plant naturally distributed in Sumatra, specifically in Aceh, Tapanuli, and Kerinci. Gayo Lues Regency is one area in Aceh Province with naturally growing pine forests. This research used the Non-Factorial Randomized Block Design (RBD) method from October to November 2023 in Penosan Village, Blangjerango District, Gayo Lues Regency. The data in this study consists of primary data obtained from the field and secondary data obtained from journals, literature, books, and other sources. Subsequently, the obtained pine sap productivity data was analyzed using the SPSS 26 software application to determine differences in pine sap productivity across different stem diameter classes using the One-Way Analysis of Variance (ANOVA) test. The research findings indicate that the stem diameter class significantly affects the pine sap yield. The larger the stem diameter of the Pinus merkusii tree, the more sap it produces. The overall average pine sap productivity over the two-month period, using the koakan (tapping) system, showed a progressive increase from the lowest to the highest diameter class. However, Diameter Class D3 (36–40 cm) showed the most optimal results. The sap yield obtained in this study for each diameter class was: Diameter Class 1 (25–30 cm): 182.67 g/tree/10 days Diameter Class 2 (31–35 cm): 194.17 g/tree/10 days Diameter Class 3 (36–40 cm): 383.11 g/tree/10 days Diameter Class 4 (41–45 cm): 276.61 g/tree/10 days

Citation



    SERVICES DESK