<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703431">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KINERJA SERANGAN DISTRIBUTED DENIAL OF SERVICE (DDOS) TERHADAP KEAMANAN WEBSERVER MENGGUNAKAN CLOUDFLARE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Munadhil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Komputer</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan teknologi digital yang pesat membuat aplikasi web menjadi sarana utama dalam penyampaian informasi, namun juga meningkatkan risiko serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang dapat mengganggu ketersediaan layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan Content Delivery Network (CDN) Cloudflare dalam melindungi webserver dari serangan DDoS. Metode yang digunakan berupa simulasi serangan menggunakan tools MHDDoS dengan dua jenis serangan, yaitu SLOW dan STRESS, yang diarahkan ke dua domain: tanpa perlindungan dan dengan perlindungan Cloudflare (DDoS Ruleset, Browser Integrity Check, dan Bot Fight Mode). Parameter yang diuji meliputi penggunaan CPU, bandwidth, response time, serta log aktivitas Cloudflare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cloudflare mampu menahan kenaikan CPU pada serangan SLOW hanya di kisaran 15–35% dengan bandwidth tetap rendah, serta menjaga CPU pada level 40–58% saat serangan STRESS dengan bandwidth tetap stabil. Sebaliknya, webserver tanpa perlindungan mengalami overload dan penurunan kinerja signifikan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa Cloudflare efektif dalam melindungi webserver dari serangan DDoS, menjaga stabilitas sistem, serta meningkatkan kualitas layanan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703431</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-16 00:53:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-16 10:59:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>