<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703411">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TATA RUANG KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS RELOKASI PASAR SIMPANG TUJUH ULEE KARENG KE PASAR LAMGAPANG KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Savira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Pasar Lamgapang pasar yang direlokasi oleh Pemerintah Kota Aceh yang sebelumnya&#13;
berada di Pasar Simpang Tujuh Ulee Kareng. Pasar tersebut direlokasi dikarenakan&#13;
memberi banyak dampak negatif seperti macet, kumuh dan untuk menciptakan tata&#13;
ruang kota yang baik. Akan tetapi, setelah pasarnya direlokasi hanya berjalan selama 6&#13;
bulan dan pedagang pun kembali ke pasar sebelumnya yaitu pasar Simpang Tujuh Ulee&#13;
Kareng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penataan&#13;
tata ruang Kota Banda Aceh melalui studi kasus relokasi Pasar Simpang Tujuh Ulee&#13;
Kareng ke Pasar Lamgapang menggunakan teori model implementasi kebijakan&#13;
merilee S. Grindle. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan&#13;
Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil&#13;
penelitian ini menunjukkan bahwa relokasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota&#13;
Banda Aceh tidak berjalan dengan optimal, dikarenakan kurangnya sosialisasi, sanksi,&#13;
rendahnya partisipasi masyarakat pedagang dan lokasi relokasi pasar yang dianggap&#13;
kurang strategis, keterlibatan pedagang dalam proses pengambilan keputusan serta&#13;
mahalnya biaya sewa kios di pasar baru menjadi faktor yang memperlemah efektivitas&#13;
kebijakan. Kebijakan ini cenderung bersifat top-down dan belum mencerminkan&#13;
kepentingan bersama secara menyeluruh. Penelitian ini merekomendasi pentingnya&#13;
pendekatan partisipatif dalam proses perumusan kebijakan serta perlunya evaluasi&#13;
terhadap lokasi dan kebutuhan masyarakat sebelum melakukan relokasi pasar.  &#13;
Kata kunci: Relokasi pasar, Pasar Lamgapang dan Pasar Simpang Tujuh Ulee&#13;
Kareng &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MARKETS - AREA PLANNING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GOVERNMENT POLICY</topic>
 </subject>
 <classification>320.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703411</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-15 20:25:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-16 11:07:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>