<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703407">
 <titleInfo>
  <title>EKSISTENSI KOMUNITAS SENI MURAL DI KOTA BANDA ACEH :</title>
  <subTitle>STUDI KASUS KOMUNITAS AKARIMAJI</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T.M. Fadhil Rizkiansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
 &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan komunitas seni &#13;
mural di Kota Banda Aceh, dengan fokus khusus pada komunitas Akarimaji.&#13;
Latar belakang penelitian ini berangkat dari perkembangan seni visual yang&#13;
berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dan makna melalui berbagai&#13;
bentuk media, termasuk mural. Seni mural di Banda Aceh tidak hanya berfungsi&#13;
sebagai ekspresi artistik, tetapi juga sebagai alat komunikasi sosial yang&#13;
mencerminkan isu-isu lokal dan identitas budaya masyarakat. Dalam konteks ini,&#13;
seni mural menjadi penting karena dapat menghubungkan seniman dengan&#13;
masyarakat, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan&#13;
berekspresi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan&#13;
kualitatif deskriptif, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi,&#13;
wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah&#13;
praktik sosial yang dikemukakan oleh Pierre Bourdieu, yang menekankan&#13;
pentingnya habitus, modal, dan arena dalam memahami interaksi sosial di dalam&#13;
komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Akarimaji berhasil&#13;
dalam memperkenalkan dan mempertahankan seni mural di Banda Aceh,&#13;
meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan ruang publik dan&#13;
pandangan masyarakat yang beragam terhadap seni mural. Rekomendasi dari&#13;
penelitian ini mencakup perlunya edukasi kepada masyarakat mengenai nilai dan&#13;
makna seni mural, serta dukungan dari pemerintah untuk menciptakan ruang yang&#13;
lebih baik bagi ekspresi seni di ruang publik. Dengan demikian, penelitian ini&#13;
diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan seni mural&#13;
sebagai bagian dari warisan budaya di Banda Aceh. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Seni mural, komunitas Akarimaji, Banda Aceh, interaksi sosial,&#13;
identitas budaya.&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703407</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-15 20:19:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-16 09:34:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>