Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EKSISTENSI KOMUNITAS SENI MURAL DI KOTA BANDA ACEH : STUDI KASUS KOMUNITAS AKARIMAJI
Pengarang
T.M. Fadhil Rizkiansyah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Fadlan Barakah - 199008092022031003 - Dosen Pembimbing I
Siti Ikramatoun - 199007012019032024 - Penguji
Yuva Ayuning Anjar - 199301082019032020 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1910101010073
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan komunitas seni
mural di Kota Banda Aceh, dengan fokus khusus pada komunitas Akarimaji.
Latar belakang penelitian ini berangkat dari perkembangan seni visual yang
berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dan makna melalui berbagai
bentuk media, termasuk mural. Seni mural di Banda Aceh tidak hanya berfungsi
sebagai ekspresi artistik, tetapi juga sebagai alat komunikasi sosial yang
mencerminkan isu-isu lokal dan identitas budaya masyarakat. Dalam konteks ini,
seni mural menjadi penting karena dapat menghubungkan seniman dengan
masyarakat, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan
berekspresi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif deskriptif, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah
praktik sosial yang dikemukakan oleh Pierre Bourdieu, yang menekankan
pentingnya habitus, modal, dan arena dalam memahami interaksi sosial di dalam
komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Akarimaji berhasil
dalam memperkenalkan dan mempertahankan seni mural di Banda Aceh,
meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan ruang publik dan
pandangan masyarakat yang beragam terhadap seni mural. Rekomendasi dari
penelitian ini mencakup perlunya edukasi kepada masyarakat mengenai nilai dan
makna seni mural, serta dukungan dari pemerintah untuk menciptakan ruang yang
lebih baik bagi ekspresi seni di ruang publik. Dengan demikian, penelitian ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan seni mural
sebagai bagian dari warisan budaya di Banda Aceh.
Kata Kunci: Seni mural, komunitas Akarimaji, Banda Aceh, interaksi sosial,
identitas budaya.
ABSTRACT This study aims to analyze the existence of the mural art community in Banda Aceh, specifically focusing on the Akarimaji community. The background of this research stems from the development of visual art as a means of conveying messages and meanings through various media forms, including murals. Mural art in Banda Aceh serves not only as artistic expression but also as a social communication tool that reflects local issues and the cultural identity of the community. In this context, mural art becomes significant as it connects artists with the public and provides a space for community interaction and expression. The methodology employed in this research is a qualitative descriptive approach, involving data collection through observations, interviews, and documentation. The theory applied in this study is Pierre Bourdieu's social practice theory, which emphasizes the importance of habitus, capital, and field in understanding social interactions within the community. The findings indicate that the Akarimaji community has successfully introduced and maintained mural art in Banda Aceh, despite facing various challenges such as limited public space and diverse societal perceptions of mural art. Recommendations from this study include the need for public education regarding the value and meaning of mural art, as well as support from the government to create better spaces for artistic expression in public areas. Thus, this research is expected to contribute to the development of mural art as part of the cultural heritage in Banda Aceh. Keywords: Mural art, Akarimaji community, Banda Aceh, social interaction, cultural identity.
SENI MURAL SEBAGAI MEDIA PENYAMPAIAN PESAN KEPADA MASYARAKAT (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF PADA BOMBER DAN MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH) (Ade Tubagus, 2019)
EKSISTENSI PERTUNJUKAN SENI TRADISI SAPENAM DI DESA LUBOK BATIL KECAMATAN BENDAHARA KABUPATEN ACEH TAMIANG (Rheihima Viellayati, 2023)
ANALISIS SEMIOTIKA PESAN SOSIAL PADA MURAL DI KOTA BANDA ACEH (MURAL KARYA KOMUNITAS KANOT BU DI JALAN STADION HAJI DIMURTHALA) (RIFQA IMELDA MISWA. L, 2021)
DINAMIKA KOMUNITAS PENCINTA MUSIK METAL DI BANDA ACEH (Randi Delardi, 2018)
ETOS KERJA KOMUNITAS PEMULUNG DALAM MEMPERTAHANKAN HIDUP DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIRRN(STUDI KASUS DI GAMPONG JAWA KECAMATAN KUTARAJA KOTA BANDA ACEH) (Desfa Nadella, 2024)