<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703363">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TINGKAT KEKRITISAN LAHAN MELALUI PENDEKATAN SKORING PADA BEBERAPA SUB DAS DI DAS KRUENG ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CINDY OLIVIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengelolaan lahan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) memegang peran penting &#13;
dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan fungsi hidrologi. Aktivitas penggunaan lahan &#13;
yang tidak memperhatikan prinsip konservasi, seperti pembukaan lahan tanpa pengelolaan &#13;
berkelanjutan, telah menyebabkan munculnya lahan kritis yang berdampak pada &#13;
produktivitas dan kelestarian lingkungan. Salah satu wilayah yang mengalami tekanan &#13;
tersebut adalah Sub DAS di kawasan DAS Krueng Aceh. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kekritisan lahan melalui &#13;
pendekatan skoring pada beberapa Sub DAS di DAS Krueng Aceh, yaitu Krueng Inong, &#13;
Krueng Jreue, Krueng Keumireu, dan Krueng Seulimum. Analisis dilakukan dengan &#13;
memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui metode skoring dan overlay &#13;
terhadap empat parameter utama, yaitu: tutupan lahan, tingkat bahaya erosi, kemiringan &#13;
lereng, dan fungsi kawasan hutan. Klasifikasi tingkat kekritisan lahan mengacu pada &#13;
petunjuk teknis Perdirjen PDASHL Nomor SK.306/PDASHL/DAS.0/7/2018, yang &#13;
membagi lahan ke dalam lima kelas: tidak kritis, potensial kritis, agak kritis, kritis, dan &#13;
sangat kritis. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah tergolong dalam kelas &#13;
agak kritis dengan luasan mencapai 61,73%, diikuti oleh kelas potensial kritis sebesar &#13;
17,45%, kelas tidak kritis sebesar 16%, kelas kritis sebesar 4,10%, dan kelas sangat kritis &#13;
sebesar 0,73%. Total luas wilayah yang dianalisis adalah 120.812,01 ha. &#13;
Penelitian ini memberikan informasi spasial yang bermanfaat dalam mendukung &#13;
upaya perencanaan pengelolaan dan konservasi lahan. Wilayah yang termasuk dalam &#13;
kategori kritis dan sangat kritis perlu mendapat perhatian khusus, terutama di kawasan hutan &#13;
yang memiliki peran penting dalam menjaga fungsi ekologis DAS. Hasil analisis ini &#13;
diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat &#13;
dalam menjaga keberlanjutan lingkungan Sub DAS di Krueng Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703363</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-15 12:43:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-15 14:57:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>