<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703343">
 <titleInfo>
  <title>KORELASI ANTARA JENIS BIJI CACAT TERHADAP KARAKTERISTIK CITA RASA KOPI ARABIKA GAYO DARI BEBERAPA KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH DAN VARIETAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Muflih Siregar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (S2)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi merupakan komoditas perkebunan bernilai ekonimi tinggi dan menjadi salah satu produk ekspor Indonesia terutama Aceh. Mutu kopi sangat dipengaruhi oleh praktik budidaya dan penanganan pascapanen, di mana temuan cacat biji seperti biji hitam, biji coklat, biji berlubang, biji muda dan biji pecah dapat menurunkan mutu fisik dan sensori seduhan kopi. Faktor ketinggian tempat tumbuh dan varietas tanaman kopi juga turut berperan dalam temuan biji cacat. Kegiatan sortasi yang tepat sangat penting dilakukan dalam menjaga mutu fisik dan cita rasa kopi terutama dalam mencegah temuan biji cacat yang menghasilkan rasa yang tidak disukai. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat kualitas fisik biji kopi yang dihasilkan dari ketinggian tempat tumbuh dan varietas berbeda serta untuk mengetahui korelasi antara jenis biji cacat terhadap karakteristik cita rasa seduhan kopi dan melihat pengaruh sortasi biji cacat terhadap nilai cupping score.&#13;
Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 3 faktor. Faktor pertama yaitu ketinggian tempat tumbuh (K) yang terdiri dari ketinggian tempat tumbuh 1000-1200 mdpl (K1); ketinggian tempat tumbuh 1201-1400 mdpl (K2) dan ketinggian  tempat tumbuh 1401-1600 mdpl (K3). Faktor kedua yaitu varietas (L) yang terdiri dari timtim (L1); ateng super (L2) dan campuran (L3). Faktor ketiga yaitu sortasi (N) yang terdiri dari tanpa sortir (N1) dan sortir (N2). Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu tahap pertama dilakukan untuk menganalisis temuan jenis biji cacat dan analisis fisik biji kopi dari faktor ketinggian tempat tumbuh (K); varietas (L) dan tahap kedua yaitu untuk mengetahui korelasi antara jenis biji cacat dan atribut cita rasa serta untuk mengetahui peningkatan nilai cupping score berdasarkan penambahan perlakuan sortasi (N). Data yang diperoleh dari setiap analisis selanjutnya diolah menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji duncan (DMRT) pada data yang memberikan pengaruh nyata sedangkan analisis korelasi menggunakan metode korelasi pearson product moment.&#13;
Penelitian tahap 1 diperoleh hasil yaitu interaksi ketinggian dan varietas berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap nilai cacat dengan rerata ± standar deviasi (SD) berkisar antara 26,9 ± 2,4 – 64,27 ± 20,4. Varietas berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap persentase triage dengan rerata berkisar antara 9,32% ± 3,2 - 13,69% ± 4. Varietas  dan ketinggian tempat tumbuh berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap proporsi biji kopi ukuran 7 mm dengan rerata berkisar antara 47,1 ± 14,5 – 62,5 ± 16,1. Ketinggian tempat tumbuh berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap proporsi biji kopi ukuran 6 mm dengan rerata berkisar antara 31,7 ± 13,7 – 46,7 ± 11,9. Interaksi ketinggian tempat tumbuh dan varietas berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap bobot 100 biji kopi dengan rerata berkisar antara 16,1 ± 0,3 – 23,1 ± 0,6. Interaksi ketinggian tempat tumbuh dan varietas berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap kadar air dengan rerata berkisar antara 11,2% ± 0,7 – 14,7% ± 0,3.&#13;
Penelitian tahap 2 diperoleh hasil sortasi (N) berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap nilai fragrance dengan rerata berkisar antara 7,3 ± 0,4 -7,9 ± 0,4. Interaksi ketinggian tempat tumbuh; varietas dan sortasi (K x V x N) berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap nilai flavor dengan rerata berkisar antara 6 ± 0,0  – 7,7 ± 0,6. Interkasi (K x V x N) berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap nilai aftertaste dengan rerata berkisar antara 6 ± 0 – 7 ± 0. Interaksi (K x V x N) berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap nilai acidity dengan rerata berkisar antara 6,3 ± 0,6 – 7 ± 0. Interaksi varietas dan sortasi berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap nilai sweetnees dengan rerata berkisar antara 6,9 ± 0,3 – 7,3 ± 0,5. Sortasi berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap nilai mouthfeel dengan rerata berkisar antara 7,19 ± 0,4 - 7,56 ± 0,5 dan berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap nilai overall dengan rerata berkisar antara 6,7 ± 0,5 – 7,1 ± 0,3.&#13;
Nilai cupping dengan perlakuan tanpa sortasi (N1) menunjukkan nilai excellent dengan rerata nilai 87,2 ± 0,3 sedangkan perlakuan sortasi (N2) menunjukkan nilai outstanding  dengan rerata nilai 92,3 ± 1,4. Hasil ini menunjukkan perlakuan sortasi penting dilakukan untuk meningkatkan nilai cupping score. Hasil analisis korelasi menunjukkan jenis cacat biji berlubang lebih dari satu berkorelasi negative dengan nilai atribut aroma (r = -0,39; P≤0,05). Selanjutnya jenis cacat biji percah berkorelasi negative dengan nilai atibut flavor (r = -058; P≤0,05) dan jenis cacat biji muda berkorelasi positive dengan nilai atribut aroma (r = +0,56; P≤0,05).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>VARIETIES - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COFFEE- AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TASTE</topic>
 </subject>
 <classification>633.73</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703343</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-15 10:43:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-20 15:30:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>