Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STATUS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) PADA BERBAGAI SISTEM PENGELOLAAN DAN UMUR TANAMAN KELAPA SAWIT
Pengarang
rossy armayani arman - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1005101050025
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah spesies, jenis spesies dan kolonisasi FMA akar tanaman pada berbagai umur tanaman kelapa sawit di Perkebunan Kelapa Sawit PTPN I dan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Tanah dan Laboratorium Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, dari Desember 2013 sampai dengan Agustus 2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi terdiri tiga tahap yaitu isolasi spora FMA, identifikasi spora FMA dan kolonisasi FMA pada akar. untuk membedakan variabel umur dan lokasi satu dengan yang lainnya, nilai rata-rata masing-masing variabel diuji dengan uji Z (SPSS SPSS statistik 17.0 metode uji Mann-Whitney).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu genus spora FMA yaitu Glomus sp, delapan spesies Glomus di perkebunan kelapa sawit PTPN I dan enam spesies di perkebunan rakyat. Jumlah spesies FMA terbanyak yang dijumpai pada PTPN I adalah Glomus sp.2 dengan nilai 35,30% sedangkan di perkebunan rakyat adalah Glomus sp. 3 dengan nilai 9,63%. Kepadatan spora FMA pada perkebunan kelapa sawit PTPN I lebih rendah (17,3 spora per 50 g tanah) daripada perkebunan kelapa sawit rakyat (17,8 spora per 50 g tanah). Kepadatan spora FMA tertinggi dijumpai pada rizosfer tanaman kelapa sawit umur 7 tahun yaitu 53,7 spora per 50 g tanah. Kolonisasi FMA pada rizosfir akar tanaman kelapa sawit tertinggi pada perkebunan PTPN I (5,4%), sedangkan kolonisasi FMA pada berbagai umur tanaman tertinggi pada 2-3 bulan (6,45%). Kolonisasi FMA pada berbagai umur tanaman kelapa sawit di PTPN I dan perkebunan rakyat tergolong dalam kategori sangat rendah.
Kata Kunci : FMA, kelapa sawit, sistem pengelolaan, umur tanaman, spora, glomus,
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) PADA ULTISOL DAN HISTOSOL (M.alfi Chairi, 2017)
EKSPLORASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) RAKYAT DI ULTISOL ACEH TAMIANG (Zaitun Ritaqwin, 2015)
EFEKTIVITAS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) PADA ULTISOL DAN HISTOSOL (REKI JUNIADI, 2016)
PENGARUH FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA INDIGENOUS DAN PUPUK ROCK PHOSPHATE TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) DI MAIN NURSERY PADA HISTOSOL (MUHAMMAD IQBAL, 2016)
EKSPLORASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. LEMBAH BHAKTI DI RAWA SINGKIL DENGAN KULTUR TRAPPING (Safran, 2017)