<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703297">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH TERPAAN KONTEN TIKTOK MARRIAGE IS SCARY TERHADAP PERILAKU FEAR OF MISSING OUT (FOMO) GEN Z KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>QAULAN SADIDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan teknologi membuat media sosial semakin populer, salah satunya adalah TikTok yang paling banyak digunakan oleh kelompok generasi Z. Kebebasan dan keluasan di TikTok melahirkan banyak tren yang sering diikuti penggunanya, salah satunya adalah marriage is scary. Banyaknya pengguna yang ikut membuat konten marriage is scary dengan narasi yang menunjukkan perasaan takut dan khawatir mereka terhadap pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan konten TikTok marriage is scary terhadap perilaku Fear of Missing Out (FOMO) generasi Z Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei terhadap 120 responden. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner menggunakan skala Likert, dan teknik analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat terpaan konten TikTok marriage is scary berada dalam kategori tinggi (83,3%), dan perilaku Fear of Missing Out (FOMO) juga berada dalam kategori tinggi (52,5%). Analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh positif antara kedua variabel, meskipun dalam kategori rendah sebesar 15,8%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun konten TikTok marriage is scary memiliki daya jangkau yang luas, perilaku FOMO juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi psikologis dan nilai sosial-budaya. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada instrumen variabel FOMO yang belum secara spesifik mengaitkan item pernyataan dengan konten marriage is scary, sehingga disarankan pada penelitian selanjutnya untuk menggunakan instrumen yang lebih terarah agar hasil yang diperoleh lebih mendalam dan kontekstual.	&#13;
Kata kunci: Marriage is Scary, TikTok, Fear of Missing Out (FOMO), Generasi Z, Terpaan Media&#13;
Perkembangan teknologi membuat media sosial semakin populer, salah satunya adalah TikTok yang paling banyak digunakan oleh kelompok generasi Z. Kebebasan dan keluasan di TikTok melahirkan banyak tren yang sering diikuti penggunanya, salah satunya adalah marriage is scary. Banyaknya pengguna yang ikut membuat konten marriage is scary dengan narasi yang menunjukkan perasaan takut dan khawatir mereka terhadap pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan konten TikTok marriage is scary terhadap perilaku Fear of Missing Out (FOMO) generasi Z Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei terhadap 120 responden. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner menggunakan skala Likert, dan teknik analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat terpaan konten TikTok marriage is scary berada dalam kategori tinggi (83,3%), dan perilaku Fear of Missing Out (FOMO) juga berada dalam kategori tinggi (52,5%). Analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh positif antara kedua variabel, meskipun dalam kategori rendah sebesar 15,8%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun konten TikTok marriage is scary memiliki daya jangkau yang luas, perilaku FOMO juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi psikologis dan nilai sosial-budaya. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada instrumen variabel FOMO yang belum secara spesifik mengaitkan item pernyataan dengan konten marriage is scary, sehingga disarankan pada penelitian selanjutnya untuk menggunakan instrumen yang lebih terarah agar hasil yang diperoleh lebih mendalam dan kontekstual.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICATION - PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DIGITAL MEDIA</topic>
 </subject>
 <classification>302.231</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703297</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-14 19:55:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-15 10:40:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>