<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703293">
 <titleInfo>
  <title>EFISIENSI TEKNIS DAN EKONOMIS USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANIS QURAINI MAYSYAROH MANIK</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bawang merah merupakan produk hortikultura yang memiliki nilai komersial tinggi sehingga menjadi salah satu jenis sayuran yang dibudidayakan karena banyak digunakan oleh masyarakat sebagai bahan bumbu masakan dan bahan baku industri. Kabupaten Pidie merupakan salah satu daerah di Provinsi Aceh yang memiliki potensi dalam produksi bawang merah, dengan produksi mencapai 8.565 ton dan produktivitas 16,4 ton/ha pada tahun 2024. Meskipun potensi produksi bawang merah di Kabupaten Pidie terutama di Kecamatan Simpang Tiga cukup besar. efisiensi dalam proses budidaya masih menjadi tantangan yang harus dihadapi. Efisiensi produksi bawang merah dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penggunaan input pertanian, teknik budidaya, serta manajemen pascapanen. Fenomena di lapang menunjukkan usahatani bawang merah di Kabupaten Pidie banyak dilakukan oleh petani dalam skala kecil ditambah dengan banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh petani. Secara umum permasalahan yang terjadi yaitu dari penggunan faktor-faktor produksi yang belum tepat dalam pengkombinasiannya, ketersediaan lahan pertanian yang cenderung terus menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis dan efisiensi ekonomis usahatani bawang merah di kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie.&#13;
&#13;
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie yang terdiri dari 29 desa, dengan lokasi penelitian difokuskan di desa Linggong Sagoe, Cerucok Barat, Cerucok Timur, Nien dan Empeh karena kelima desa tersebut konsisten menanam bawang merah. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juni tahun 2025. Objek dalam penelitian ini adalah usaha tani bawang merah di kecamatan Simpang Tiga kabupaten Pidie. Adapun ruang lingkup penelitian ini berfokus pada tingkat efisiensi produksi serta mengidentifikasi input-input produksi yang berpengaruh terhadap produksi bawang merah di Kabupaten Pidie. Jumlah populasi petani bawang merah di kecamatan Simpang Tiga kabupaten Pidie sebanyak 93 petani di lima desa yang terdiri dari 26 petani dari desa Linggong Sagoe, 21 petani dari desa Nien, 22 petani dari desa Empeh, 15 petani dari desa Cerucok Barat dan 9 petani dari desa Cerucok Timur. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan 75 sampel petani bawang merah. Sedangkan untuk menentukan jumlah sampel yang diperlukan disetiap kecamatan menggunakan proposioned random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Cobb-Douglass Stochastik Foruntier Analisys (SFA) untuk mengukur tingkat efisiensi teknis serta mengukur tingkat efisiensi ekonomis.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie sudah efisien secara teknis. Rata-rata Tingkat efisiensi teknis pada usahatani bawang merah di Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie sebesar 0,90 atau 90,16% 0,7. Artinya petani responden memiliki peluang untuk menaikkan produksi yang optimal sebesar 9,84%. Sedangkan usahatani bawang merah di Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie tidak dan belum efisien secara ekonomis. Penggunaan input produksi seperti luas lahan, bibit, pupuk NPK, pestisida cair, dan tenaga kerja tidak efisien secara ekonomis karena nilai efisiensi ekonomisnya 1. Input produksi seperti pupuk TSP dan pupuk KCL belum efisien secara ekonomis karena nilainya &gt; 1.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SHALLOTS - GARDEN CROP</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FARMING</topic>
 </subject>
 <classification>635.26</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703293</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-14 18:11:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-15 09:28:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>