POLA IRAMA PADA SYAIR TARI SEUDATI DALAM TRADISI LISAN ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

POLA IRAMA PADA SYAIR TARI SEUDATI DALAM TRADISI LISAN ACEH


Pengarang

Rahmatul Murami - Personal Name;

Dosen Pembimbing


Nomor Pokok Mahasiswa

1906102030050

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

780.89

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Arus modernisasi dan perkembangan zaman menjadi faktor pendorong terjadinya pergeseran perhatian terhadap nilai-nilai lokal dalam seni tradisional termasuk tari Seudati oleh masyarakat pendukungnya.Tari Seudati merupakan seni tradisi Aceh yang mengandung nilai religius dan sosial, serta dalam praktiknya sangat mengandalkan syair sebagai media penyampaian pesan. Salah satu aspek penting dalam syair tersebut yaitu pola irama yang menjadi identitas musikal Seudati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis struktur pola irama dalam syair tari Seudati, meliputi elemen ritme, melodi, tempo dan dinamika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang mengacu pada konsep teori etnomusikologi dari Alan P. Merriam yang menitikberatkan pada konseptualisasi, tingkah laku serta hubungannya dengan bunyi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan 3 tahap, yaitu reduksi data, penyajian data serta verifikasi data dan kesimpulan sementara. Penyajian data diperoleh berdasarkan hasil wawancara, pengamatan, dan dokumentasi dengan 3 narasumber yaitu Syeh Abu Tarimin (sanggar Cit Ka Genta, Kota Banda Aceh), Syeh Medya Husen (Lambaro, Aceh Besar) dan Syeh Imam Juaini MA (Jeulingke, Kota Banda Aceh). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola irama dalam syair tari Seudati memiliki ciri khas, bersifat responsif dan kolektif, serta diwariskan secara turun-temurun melalui latihan lisan. Variasi pola irama juga ditemukan pada perbedaan gaya pelantun antara wilayah Utara dan Barat-Selatan Aceh tanpa menghilangkan struktur dasar irama. Pola Irama tersebut dibentuk oleh struktur suku kata yang diucapkan secara ritmis dengan tekanan dan durasi tertentu, serta membentuk pola panjang-pendek atau aksen tertentu. Pola irama tersebut tidak hanya menjasi struktur elemen musikal, tetapi juga berfungsi sebagai identitas budaya, menyampaikan nilai-nilai edukatif, religius, sosial dan estetis dalam budaya masyarakat Aceh.

Kata kunci: Etnomusikologi, Seudati, Pola Irama, Syair, Konseptualisasi, Tingkah Laku

The currents of modernization and the development of the times have become a driving factor for shifts in attention to local values in traditional arts, including the Seudati dance by its supporting community. The Seudati dance is an Acehnese traditional art that contains religious and social values, and in its practice, it heavily relies on poems as a medium for conveying messages. One of the important aspects in these poems is the rhythm pattern that becomes the musical identity of Seudati. The purpose of this research is to describe and analyze the structure of rhythm patterns in the poems of the Seudati dance, including elements of rhythm, melody, tempo, and dynamics. This research uses a descriptive qualitative approach that refers to the ethnomusicology theory concept from Alan P. Merriam, which focuses on conceptualization, behavior, and its relation to sound. Data collection techniques employed include observation, interviews and documentation. Data analysis was perfomed in 3 stage: data reduction, data presentation and verification of preliminary findings. Data presentation was obtained based on the results of interviews, observations, and documentation with 3 sources, namely Syeh Abu Tarimin (Cit Ka Genta studio, Banda Aceh City), Syeh Medya Husen (Lambaro, Aceh Besar), and Syeh Imam Juaini MA (Jeulingke, Banda Aceh City). The research results show that the rhythm patterns in the poems of the Seudati dance have distinctive characteristics, are responsive and collective, and are inherited through oral practice from generation to generation. Variations in rhythm patterns were also found in the differences in the chanting style between the North and West-South Aceh regions without eliminating the basic rhythm structure. The rhythm patterns are formed by the structure of syllables spoken rhythmically with certain stresses and durations, forming patterns of long-short or certain accents. The rhythm patterns not only become the structure of musical elements but also function as cultural identity, conveying educational, religious, social, and aesthetic values in Acehnese society. Keywords: Ethnomusicology, Seudati, Rhythm Patterns, Poems, Conceptualization, Behavior

Citation



    SERVICES DESK