<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703285">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONTEN TIKTOK “MARRIAGE IS SCARY” TERHADAP TINGKAT KECEMASAN REMAJA KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YOLANDA FITRI HADIJA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konten TikTok “Marriage is Scary” terhadap tingkat kecemasan remaja di Kota Banda Aceh. Konten TikTok “Marriage is Scary” merupakan unggahan yang menggambarkan ketakutan terhadap kehidupan pernikahan berdasarkan pengalaman pribadi maupun pengalaman orang di sekitar, kemudian dibagikan di media sosial. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Kultivasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode korelasional. Penelitian ini melibatkan 155 responden yang dipilih melalui penyebaran kuesioner menggunakan Google Formulir. Data penelitian dianalisis dengan bantuan software IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil analisis menunjukkan nilai R Square sebesar 0,546, yang berarti bahwa 54,6% variasi pada tingkat kecemasan dapat dijelaskan oleh konsumsi konten TikTok “Marriage is Scary”, sedangkan 45,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,543 menunjukkan bahwa model regresi cukup stabil dan tidak mengalami overfitting. Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel konten TikTok (X) secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kecemasan (Y), dengan nilai thitung sebesar 13,567 &gt; ttabel 1,967 dan nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konten TikTok “Marriage is Scary” berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kecemasan remaja di Kota Banda Aceh, di mana mayoritas responden menunjukkan tingkat kecemasan yang tergolong tinggi akibat konsumsi konten tersebut.&#13;
Kata Kunci : Kecemasan Remaja, Konten TikTok, Marriage is Scary, Pengaruh Media, Banda Aceh.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANXIETY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ADOLESCENTS - PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DIGITAL MEDIA</topic>
 </subject>
 <classification>152.46</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703285</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-14 15:46:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-15 11:12:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>