Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
BENTUK DAN FUNGSI VARIASI BAHASA KEPOLISIAN DALAM TEKS PIDATO DI POLISI DAERAH ACEH
Pengarang
Andra Nurzia - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Denni Iskandar - 196902161994031003 - Dosen Pembimbing I
Budi Arianto - 197201232005011001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2306202010003
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Indonesia (S2) / PDDIKTI : 88101
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP Magister Pendidikan Bahasa Indonesia., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
400
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk variasi bahasa kepolisian dalam teks pidato di Kepolisian Daerah Aceh, (2) mendeskripsikan fungsi variasi bahasa kepolisian dalam teks pidato di Kepolisian Daerah Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, subjek dalam penelitian ini berupa tiga teks pidato resmi yang disampaikan oleh pihak berwenang dari kepolisian dalam berbagai forum dan konteks formal. Sumber data penelitian ini berupa tiga teks pidato resmi pejabat kepolisian. Data yang dianalisis berupa kutipan bahasa yang menunjukkan bentuk dan fungsi variasi bahasa kepolisian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk variasi bahasa dalam pidato kepolisian meliputi empat kategori utama, yaitu variasi berdasarkan penutur (didominasi oleh sosiolek), variasi berdasarkan pemakaian (terutama dalam bidang militer dan agama), variasi berdasarkan keformalan (dengan ragam resmi sebagai bentuk dominan), dan variasi berdasarkan sarana (kombinasi ragam tulis). Dari sisi fungsi, ditemukan enam fungsi bahasa, yaitu fungsi emotif, direktif, fatik, referensial, metalingual, dan imajinatif, yang masing-masing memainkan peran penting dalam efektivitas komunikasi pidato. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan variasi bahasa dalam teks pidato tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai alat untuk membangun relasi sosial, memperkuat citra institusi, serta menyelaraskan pesan dengan audiens yang beragam. Dibandingkan dengan penelitian terdahulu yang berfokus pada media sosial atau masyarakat umum, penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menelaah praktik kebahasaan dalam lingkungan institusional yang bersifat formal dan hierarkis. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa bahasa tidak bersifat netral, tetapi penuh strategi dalam konteks kelembagaan.
This study aims to (1) describe the forms of police language variations in speech texts at the Aceh Regional Police, and (2) describe the functions of police language variations in speech texts at the Aceh Regional Police. The research employs a qualitative approach with a descriptive research design. The subjects of this study consist of three official speech texts delivered by authorized police officers in various forums and formal contexts. The data sources are three official speech texts of police officials. The analyzed data include linguistic excerpts that illustrate the forms and functions of police language variations. Data were collected using documentation techniques. The data analysis process involves three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that the forms of language variations in police speeches include four main categories: variations based on speakers (dominated by sociolects), variations based on usage (mainly in military and religious contexts), variations based on formality (with the formal variety as the dominant type), and variations based on means (a combination of written forms). In terms of function, six language functions were identified—emotive, directive, phatic, referential, metalingual, and imaginative—each playing an important role in the effectiveness of speech communication. The study also reveals that the use of language variations in speech texts is not merely intended to convey information but also serves as a means to build social relationships, strengthen the institutional image, and align messages with diverse audiences. Compared to previous studies that focused on social media or the general public, this research contributes new insights by examining linguistic practices within a formal and hierarchical institutional setting. These findings reinforce the understanding that language is not neutral but strategic within institutional contexts.
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA TEKS PIDATO REKTOR UNIVERSITAS SYIAB KUALA BANDA ACEH (Indra Suriyani, 2021)
EUFEMISME DALAM PIDATO BUPATI ACEH JAYA (Rozalia, 2023)
ANANLISI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM TEKS PIDATO GUBERNUR ACEH DAN PELAKSANA TUGAS GUBERNUR ACEH TAHUN 2018-2019 (RIA MARDI NINGSIH, 2020)
DEIKSIS DALAM TEKS PIDATO GUBERNUR ACEH (Arika Budi Romanti, 2016)
KEMAMPUAN SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 TELUK DALAM, KABUPATEN SIMEULUE MENYIMPULKAN ISI TEKS PIDATO PERSUASIF (NURYA SINDI PURNAMA, 2020)