<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703277">
 <titleInfo>
  <title>BENTUK DAN FUNGSI VARIASI BAHASA KEPOLISIAN DALAM TEKS PIDATO DI POLISI DAERAH ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andra Nurzia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Magister Pendidikan Bahasa Indonesia</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk variasi bahasa kepolisian dalam teks pidato di Kepolisian Daerah Aceh, (2) mendeskripsikan fungsi variasi bahasa kepolisian dalam teks pidato di Kepolisian Daerah Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, subjek dalam penelitian ini berupa tiga teks pidato resmi yang disampaikan oleh pihak berwenang dari kepolisian dalam berbagai forum dan konteks formal. Sumber data penelitian ini berupa tiga teks pidato resmi pejabat kepolisian. Data yang dianalisis berupa kutipan bahasa yang menunjukkan bentuk dan fungsi variasi bahasa kepolisian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk variasi bahasa dalam pidato kepolisian meliputi empat kategori utama, yaitu variasi berdasarkan penutur (didominasi oleh sosiolek), variasi berdasarkan pemakaian (terutama dalam bidang militer dan agama), variasi berdasarkan keformalan (dengan ragam resmi sebagai bentuk dominan), dan variasi berdasarkan sarana (kombinasi ragam tulis). Dari sisi fungsi, ditemukan enam fungsi bahasa, yaitu fungsi emotif, direktif, fatik, referensial, metalingual, dan imajinatif, yang masing-masing memainkan peran penting dalam efektivitas komunikasi pidato. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan variasi bahasa dalam teks pidato tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai alat untuk membangun relasi sosial, memperkuat citra institusi, serta menyelaraskan pesan dengan audiens yang beragam. Dibandingkan dengan penelitian terdahulu yang berfokus pada media sosial atau masyarakat umum, penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menelaah praktik kebahasaan dalam lingkungan institusional yang bersifat formal dan hierarkis. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa bahasa tidak bersifat netral, tetapi penuh strategi dalam konteks kelembagaan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LANGUAGE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SPEECH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SOCIOLINGUISTICS</topic>
 </subject>
 <classification>400</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703277</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-14 14:59:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-15 10:12:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>