<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703243">
 <titleInfo>
  <title>KONFLIK PENUNTUTAN HAK TANAH ATAS PT PRIMA AGRO ACEH LESTARI (PAAL) KABUPATEN ACEH BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIFKA ZAHARA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
&#13;
Penelitian ini mengkaji konflik agraria antara masyarakat Gampong Suak Pante Breuh dengan PT Prima Agro Aceh Lestari (PAAL) di Aceh Barat yang muncul akibat belum terpenuhinya kewajiban perusahaan dalam membangun kebun plasma bagi masyarakat. Konflik ini bermula dari ketidakjelasan pemenuhan hak masyarakat atas lahan plasma seluas 40 persen dari total lahan 450 hektar yang telah diserahkan kepada perusahaan sejak 2008, yang menyebabkan ketegangan dan berbagai aksi protes dari masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik serta menganalisis proses resolusi yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta menggunakan teori konflik dari Ralf Dahrendorf sebagai kerangka analisis untuk memahami dinamika kelompok berkuasa (perusahaan) dan kelompok bawahan (masyarakat), beserta tahapan konflik yang meliputi fase prakonflik, konfrontasi, dan krisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik ini terjadi karena kegagalan perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan adanya hambatan komunikasi yang menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Upaya resolusi melalui fasilitasi pemerintah masih berlangsung, namun belum mencapai kesepakatan karena kurangnya itikad baik dari pihak perusahaan. Jika tidak segera diselesaikan secara adil dan transparan, konflik ini berpotensi menimbulkan kerugian sosial yang lebih besar dan mengganggu stabilitas wilayah. Oleh karena itu, rekomendasi yang diajukan meliputi perlunya keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan dalam dialog terbuka, penegakan regulasi tentang kewajiban perusahaan terhadap masyarakat, dan peningkatan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya agraria. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan sesuai dengan semangat Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960 demi terciptanya kemakmuran dan keadilan sosial di Aceh Barat.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Konflik Agraria, PT Prima Agro Aceh Lestari (PAAL), Kebun Plasma, Resolusi Konflik&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LAND OWNERSHIP</topic>
 </subject>
 <classification>333.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703243</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-14 11:36:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-14 15:14:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>