<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703185">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI KAWASAN WISATA SAYEUNG ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rosi Marlinda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hutan mangrove di Kecamatan Setia Bakti ini sudah mulai dimanfaatkan oleh&#13;
masyarakat dan pemerintah untuk dijadikan kawasan ekowisata. Hal ini dilihat dari beberapa&#13;
fasilitas yang sudah disediakan oleh masyarakat berupa jembatan-jembatan kecil untuk&#13;
menyusuri hutan mangrove. Akan tetapi, hutan mangrove di Kecamatan Setia Bakti selama&#13;
ini pengelolaannya belum maksimal, hal ini dilihat dari masih kurang adanya penyediaan&#13;
fasilitas sarana dan prasaran penunjang di kawasan wisata. Ini dilihat dari beberapa fasilitas&#13;
yang sudah rusak namun tidak ada perbaikan dan kurang adanya pengadaan fasilitas sarana&#13;
dan prasaran dalam menunjang hutan mangrove untuk dijadikan kawasan ekowisata. Untuk&#13;
itu, partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam pengelolaan kawasan hutan mangrove di&#13;
Kecamatan Setia Bakti tersebut. Hal ini karena masyarakat merupakan pihak atau orang yang&#13;
paling dekat dengan kawasan hutan mangrove dan yang paling bisa diharapkan dalam&#13;
pengelolaan hutan mangrove. Namun, di sisi lain adanya Peraturan Pemerintah Kabupaten&#13;
Aceh Jaya tentang Pelarangan Penebangan Hutan Mangrove, membuat masyarakat kembali&#13;
terhalang dalam berpartisipasi pengelolaan hutan tersebut.&#13;
Tingkat persepsi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove dalam kawasan&#13;
wisata diperlihatkan bahwa 23,75% responden menyatakan bahwa fungsi ekowisata sebagai&#13;
area edukasi. Selain itu persepsi masyarakat terhadap fasilitas tempat kuliner sebanyak&#13;
28,74%. Sementara itu, untuk pengembangan kawasan wisata sebanyak 28,75% responden&#13;
berpendapat bahwa keindahan alam kawasan wisata sayeueng harus menjadi prioritas utama,&#13;
guna menjaga pesona dan keseimbangan ekosistemnya agar tetap lestari dan menarik bagi&#13;
wisatawan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PERCEPTION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MANGROVES SWAMPS - BIOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>577.698</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703185</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-13 15:38:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-14 09:59:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>