<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703183">
 <titleInfo>
  <title>VARIASI GENETIK IKAN SELAR (SELAR CRUMENOPTHALMUS) DI PERAIRAN ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT TRIA ASWINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Selar crumenopthamus termasuk dalam famili Carangidae. Ikan selar merupakan salah satu  komoditas penting dan menjadikannya target utama tangkapan nelayan. Potensi sumber daya Selar crumenophthalmus cukup besar namun jika di eksploitasi secara terus menerus tanpa adanya suatu pengelolaan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan maka di waktu yang akan datang mengalami degradasi dan penurunan stok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman genetik, struktur populasi, dan konektivitas genetik ikan Selar crumenophthalmus yang berasal dari beberapa perairan di Indonesia dan sekitarnya, khususnya Aceh, Jawa Timur, Bali, Malaysia, India, Simeulue, Filipina, dan China. Analisis dilakukan menggunakan sekuen gen mitokondria COI sepanjang 639 bp yang diperoleh dari 23 individu. Hasil identifikasi menunjukkan tingkat homologi yang tinggi antar sampel, dengan nilai kemiripan &gt; 99% pada database BLAST dan BOLD System. Analisis pohon filogenetik membuktikan bahwa Selar crumenophthalmus membentuk kelompok yang berkerabat dekat dengan Selar boops, didukung nilai bootstrap tinggi (96%). Nilai keragaman genetik (Hd) pada populasi Aceh sangat tinggi (Hd=1 di Langsa dan 0,5 di Simeulue), menandakan potensi adaptasi yang baik terhadap perubahan lingkungan. Analisis AMOVA menunjukkan diferensiasi genetik antar populasi yang sangat tinggi (FST=0,85774), sedangkan jarak genetik terdekat ditemukan antara Bali dan Jawa Timur (0,419) akibat keterhubungan perairan dan jarak geografis yang dekat, sementara jarak terjauh antara Langsa dan India (1,318) akibat hambatan geografis dan oseanografi. Analisis jaringan haplotipe mengidentifikasi haplotipe pusat (H-3) yang dimiliki oleh populasi Jawa Timur, Bali, dan Malaysia, mengindikasikan konektivitas genetik yang tinggi di antara wilayah tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya arus laut, migrasi, dan keterhubungan habitat dalam menjaga aliran gen dan struktur genetik populasi ikan pelagis di wilayah tropis. Informasi ini sangat penting untuk pengelolaan dan konservasi sumber daya ikan Selar crumenophthalmus secara berkelanjutan. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Selar crumenophthalmus, keragaman genetik, konektivitas&#13;
        COI haplotipe, AMOVA, pohon filogenetik.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISHES-ZOOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GENETICS</topic>
 </subject>
 <classification>597</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703183</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-13 15:33:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-14 10:17:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>