<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703179">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TINDAKAN SOSIAL ORANG TUA TERHADAP  PENETAPAN MAHAR (STUDI DI GAMPONG LADANG TUHA I)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putri Yani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
 &#13;
Tradisi pernikahan masyarakat Aceh menempatkan mahar atau jeulame sebagai&#13;
simbol kehormatan, harga diri, serta bentuk tanggung jawab dari pihak laki-laki&#13;
terhadap perempuan. Namun, di Gampong Ladang Tuha I, tidak terdapat aturan&#13;
adat yang secara khusus mengatur nilai mahar, sehingga penetapannya lebih di&#13;
pengaruhi oleh kebiasaan keluarga, status sosial, dan tingkat pendidikan calon&#13;
mempelai perempuan. Di sisi lain, lonjakan harga emas setiap tahun dan perbedaan&#13;
kondisi ekonomi masyarakat menimbulkan dilema antara mengikuti kebiasaan&#13;
keluarga, standar tidak tertulis di masyarakat, atau menyesuaikan diri dengan&#13;
kondisi sosial dan ekonomi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis&#13;
jenis tindakan sosial orang tua terhadap penetapan mahar di Gampong Ladang Tuha&#13;
I berdasarkan teori tindakan sosial Max Weber, yang membagi tindakan menjadi&#13;
empat jenis: tindakan rasionalitas instrumental, tindakan berdasarkan nilai,&#13;
tindakan afektif dan tindakan tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah&#13;
kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui teknik wawancara&#13;
mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan, yang terdiri&#13;
dari Keuchik, empat orang tua, dan enam pasangan muda. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa terdapat keberagaman tipe tindakan sosial orang tua dalam&#13;
menetapkan mahar. Sebagian orang tua menunjukkan tindakan rasional&#13;
instrumental, misalnya orang tua  menetapkan mahar dengan mempertimbangkan&#13;
kondisi ekonomi keluarga. Ada pula yang berlandaskan rasionalitas nilai, seperti&#13;
menetapkan mahar sesuai belakang pendidikan  atau nilai keagamaan. Tindakan&#13;
afektif terlihat pada orang tua yang menetapkan mahar rendah karena rasa kasih&#13;
sayang kepada calon menantu, sedangkan tindakan tradisional muncul pada orang&#13;
tua yang mengikuti kebiasaan keluarga tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi&#13;
keluarga.&#13;
&#13;
Kata kunci: Tindakan Sosial, Mahar, Teori Max Weber, Kebiasaan Keluarga,&#13;
Gampong Ladang Tuha I &#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DOWRY</topic>
 </subject>
 <classification>392.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703179</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-13 15:25:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-14 11:47:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>