IDENTIFIKASI JENIS PENYUSUN VEGETASI HUTAN KOTA DI KABUPATEN ACEH TAMIANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI JENIS PENYUSUN VEGETASI HUTAN KOTA DI KABUPATEN ACEH TAMIANG


Pengarang

ELSA SEPTINA DEWI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Maryam Jamilah - 198609172022042001 - Dosen Pembimbing I
Ali M. Muslih - 198910282019031018 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2105150020004

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Kehutanan (Gayo Lues) (S1) / PDDIKTI : 54254

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Kehutanan., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

635.977

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Hutan kota merupakan salah satu bentuk ruang terbuka hijau yang memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas lingkungan di wilayah perkotaan. Kabupaten Aceh Tamiang memiliki kawasan hutan kota yang potensial untuk dikaji nilai ekologisnya, terutama dalam konteks keanekaragaman vegetasi, struktur komunitas tumbuhan, dan fungsi ekologis tajuk pohon. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi komposisi jenis tumbuhan penyusun vegetasi, menganalisis pola sebaran tumbuhan berdasarkan tingkat pertumbuhan, dan mengetahui tingkat tutupan tajuk pohon sebagai salah satu indikator kesehatan ekosistem hutan kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hutan Kota Aceh Tamiang memiliki tingkat keanekaragaman vegetasi yang cukup tinggi, dengan total 127 individu yang tergolong ke dalam 53 jenis tumbuhan dari berbagai famili. Jenis tumbuhan yang mendominasi pada setiap tingkat pertumbuhan adalah Syzygium polyanthum pada fase semai, Microcos tomentosa pada fase pancang, Hydnocarpus anomala pada fase tiang, dan Neolamarckia cadamba pada fase pohon. Pola sebaran vegetasi berdasarkan indeks Morisita menunjukkan kecenderungan acak (I < 1), yang mengindikasikan tidak ada kompetisi kuat antar individu, dan individu tidak cenderung memisahkan. Selain itu, tutupan tajuk pohon di kawasan hutan kota tergolong rapat dengan nilai >70%, yang mencerminkan kondisi ekosistem yang sehat dan mampu menjalankan fungsi ekologis secara optimal, seperti pengaturan suhu mikro, peningkatan kelembaban udara, dan perlindungan terhadap erosi tanah. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Hutan Kota Aceh Tamiang memiliki struktur vegetasi yang stabil dan berpotensi besar sebagai kawasan konservasi keanekaragaman hayati di lingkungan urban. Keberadaan jenis-jenis lokal yang dominan serta tutupan tajuk yang baik menunjukkan bahwa kawasan ini perlu dikelola secara berkelanjutan. Strategi pengelolaan yang tepat, termasuk pelibatan masyarakat dalam konservasi dan penanaman ulang jenis asli, menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan fungsi ekologis hutan kota ini di masa depan.

Urban forests are a form of green open space that play a crucial role in maintaining ecosystem balance and environmental quality in urban areas. Aceh Tamiang Regency possesses a potentially valuable urban forest area for ecological evaluation, particularly in terms of vegetation diversity, plant community structure, and the ecological functions of tree canopies. This study aims to identify the composition of plant species forming the vegetation, analyze plant distribution patterns based on growth stages, and assess the level of tree canopy cover as an indicator of ecosystem health. The results show that the Aceh Tamiang Urban Forest has a relatively high level of vegetation diversity, with a total of 127 individuals classified into 53 species from various families. The dominant species at each growth stage are Syzygium polyanthum at the seedling stage, Microcos tomentosa at the sapling stage, Hydnocarpus anomala at the pole stage, and Neolamarckia cadamba at the tree stage. Vegetation distribution patterns based on the Morisita index indicate a tendency toward random distribution (I < 1), suggesting low competition among individuals and a lack of spatial segregation. Additionally, the tree canopy cover in the urban forest is relatively dense, with a value exceeding 70%, reflecting a healthy ecosystem capable of performing key ecological functions such as microclimate regulation, increased air humidity, and soil erosion protection. Based on these findings, it can be concluded that the Aceh Tamiang Urban Forest possesses a stable vegetation structure and holds significant potential as a biodiversity conservation area within an urban environment. The presence of dominant local species and a well-maintained canopy cover indicate the need for sustainable management. Appropriate management strategies, including community involvement in conservation and the replanting of native species, are essential to ensure the long-term ecological functions of this urban forest.

Citation



    SERVICES DESK