<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703133">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI JENIS PENYUSUN VEGETASI HUTAN KOTA DI KABUPATEN ACEH TAMIANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ELSA SEPTINA DEWI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Kehutanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hutan kota merupakan salah satu bentuk ruang terbuka hijau yang memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas lingkungan di wilayah perkotaan. Kabupaten Aceh Tamiang memiliki kawasan hutan kota yang potensial untuk dikaji nilai ekologisnya, terutama dalam konteks keanekaragaman vegetasi, struktur komunitas tumbuhan, dan fungsi ekologis tajuk pohon. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi komposisi jenis tumbuhan penyusun vegetasi, menganalisis pola sebaran tumbuhan berdasarkan tingkat pertumbuhan, dan mengetahui tingkat tutupan tajuk pohon sebagai salah satu indikator kesehatan ekosistem hutan kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hutan Kota Aceh Tamiang memiliki tingkat keanekaragaman vegetasi yang cukup tinggi, dengan total 127 individu yang tergolong ke dalam 53 jenis tumbuhan dari berbagai famili. Jenis tumbuhan yang mendominasi pada setiap tingkat pertumbuhan adalah Syzygium polyanthum pada fase semai, Microcos tomentosa pada fase pancang, Hydnocarpus anomala pada fase tiang, dan Neolamarckia cadamba pada fase pohon. Pola sebaran vegetasi berdasarkan indeks Morisita menunjukkan kecenderungan acak (I &lt; 1), yang mengindikasikan tidak ada kompetisi kuat antar individu, dan individu tidak cenderung  memisahkan. Selain itu, tutupan tajuk pohon di kawasan hutan kota tergolong rapat dengan nilai &gt;70%, yang mencerminkan kondisi ekosistem yang sehat dan mampu menjalankan fungsi ekologis secara optimal, seperti pengaturan suhu mikro, peningkatan kelembaban udara, dan perlindungan terhadap erosi tanah. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Hutan Kota Aceh Tamiang memiliki struktur vegetasi yang stabil dan berpotensi besar sebagai kawasan konservasi keanekaragaman hayati di lingkungan urban. Keberadaan jenis-jenis lokal yang dominan serta tutupan tajuk yang baik menunjukkan bahwa kawasan ini perlu dikelola secara berkelanjutan. Strategi pengelolaan yang tepat, termasuk pelibatan masyarakat dalam konservasi dan penanaman ulang jenis asli, menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan fungsi ekologis hutan kota ini di masa depan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PLANTS - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>URBAN FORESTRY</topic>
 </subject>
 <classification>635.977</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703133</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-13 09:56:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-13 11:04:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>