<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703121">
 <titleInfo>
  <title>KONFLIK AGRARIA MASYARAKAT GAMPONG MAKARTI JAYA DENGAN PT GELORA SAWITA MAKMUR (GSM)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PENI PURNAMA SARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Penelitian ini membahas tentang Konflik Agraria Masyarakat Gampong Makarti &#13;
Jaya dengan PT Gelora Sawita Makmur (GSM). Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
menganalisis dinamika konflik agrarian gampong Makarti Jaya dengan PT GSM. &#13;
Dalam hal ini, penulis menggunakan teori Konflik dari Ralf Dahrendorf yang &#13;
dgunakan untuk melihat struktur ketimpangan kuasa antara kelompok dominan dan &#13;
kelompok subordinat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan &#13;
kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil dari penelitian ini &#13;
menunjukkan bahwa konflik agraria antara masyarakat Gampong Makarti Jaya dan &#13;
PT Gelora Sawita Makmur (GSM) disebabkan oleh tumpang tindih klaim lahan dan &#13;
ketidakjelasan batas HGU. Dalam ketimpangan kuasa tersebut, PT GSM sebagai &#13;
pihak dominan memiliki legalitas formal, sedangkan masyarakat mengandalkan &#13;
legitimasi sosial atas tanah yang mereka kelola. Masyarakat tidak tinggal diam, &#13;
melainkan melakukan berbagai bentuk perlawanan seperti pemasangan palang, &#13;
pembuatan parit, dan aksi protes. Perlawanan ini menunjukkan adanya kesadaran &#13;
kolektif untuk mempertahankan hak agraria sekaligus membuka ruang bagi upaya &#13;
resolusi yang lebih adil.Penggunaan pada teori konflik dari Ralf Dahrendorf &#13;
tersebut dapat membantu dalam menganalisis dinamika konflik yang terjadi antara &#13;
masyarakat dengan pihak perusahaan, di mana perusahaan sebagai kelompok &#13;
dominan memegang kontrol melalui legalitas formal (HGU) yang diberikan negara, &#13;
sementara masyarakat sebagai kelompok subordinat hanya mengandalkan hak &#13;
sosial dan pengalaman empiris mereka &#13;
Kata Kunci : Ketimpangan Kuasa, konflik agraria, HGU, Bentuk-bentuk &#13;
Perlawanan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LAND - PROPERTY LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CONFLICT - SOCIOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>303.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703121</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-12 21:08:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-13 10:42:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>