<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703067">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN KERENTANAN BENCANA AKIBAT GEMPA BUMI DI WILAYAH SUMATERA BARAT MELALUI PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>UMMI BARKAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang paling merusak dan berpotensi menimbulkan kerugian besar dan mengancam keselamatan jiwa. Jika dibandingkan dengan provinsi lain, Sumatera Barat merupakan salah satu daerah rawan gempa bumi yang memerlukan perhatian khusus dalam upaya mitigasi bencana. Penelitian ini menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang bertujuan untuk menghitung indeks kerentanan bencana akibat gempa bumi seperti lingkungan, sosial, dan ekonomi dan memanfaatkan pemetaan Sistem Informasi Geografis (SIG). Dalam penentuan bobot, setiap elemen dibagi menjadi tiga kelas, yaitu rendah, sedang, dan tinggi yang kemudian masing-masing diberi skor 1, 2, dan 3. Hasil perhitungan nilai bobot metode AHP diperoleh persentase jumlah penduduk wanita menghasilkan bobot tertinggi sebesar 0,182 atau 18,2%. Sedangkan nilai bobot terendah yaitu persentase jumlah penduduk miskin sebesar 0,077 atau 7,7%. Sehingga dapat diketahui bahwa persentase jumlah penduduk wanita paling rentan terdampak akibat gempa bumi. Semakin tinggi persentase jumlah penduduk wanita, risiko terdampak dari bencana gempa bumi akan semakin tinggi. Selanjutnya proses overlay pada nilai bobot masing-masing variabel yang menghasilkan nilai indeks kerentanan bencana akibat gempa bumi. Hasil dari overlay divisualisasikan dalam bentuk peta kerentanan bencana akibat gempa bumi faktor lingkungan, peta kerentanan bencana akibat gempa bumi faktor sosial, dan peta kerentanan bencana akibat gempa bumi faktor ekonomi. Kemudian akan dilakukan proses overlay kembali dari ketiga peta tersebut dan menghasilkan peta kerentanan bencana akibat gempa bumi Sumatera Barat 2023. Tingkat kerentanan dibagi menjadi tiga kelas, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil yang diperoleh menunjukkan kabupaten/kota yang termasuk dalam kerentanan tinggi adalah hampir seluruh wilayah Kota Padang dan Kota Pariaman, dan di sebagian Kota Bukittinggi, Kota Solok, Kota Padang Panjang, dan Kota Payakumbuh. Hal ini menunjukkan bahwa daerah-daerah tersebut lebih berisiko terkena dampak gempa bumi akibat kondisi geologi, maupun aspek sosial dan ekonomi, sehingga daerah-daerah tersebut menjadi prioritas dalam upaya mitigasi bencana gempa bumi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EARTHQUAKES - DISASTER SERVICES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ANALYTIC GEOMETRY</topic>
 </subject>
 <classification>516.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703067</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-10 08:29:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-10 10:17:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>