<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1703039">
 <titleInfo>
  <title>KORELASI ANTARA EATING ASSESSMENT TOOLS (EAT-10) DENGAN PENETRATION ASPIRATION SCALE (PAS) PADA PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizka Rahmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran S2</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Latar Belakang: Menelan merupakan proses kompleks dan terintegrasi yang melibatkan banyak saraf dan otot. Gangguan menelan dapat dipengaruhi oleh gangguan akibat lesi obstruktif, gangguan motorik atau akibat proses inflamasi. Stroke merupakan salan satu penyebab gangguan menelan. Deteksi dini disfagia sangat penting untuk dilakukan sehingga komplikasi disfagia pada pasien stroke iskemik dapat dicegah dan kualitas hidup pasien dapat meningkat. Instrumen yang dapat digunakan untuk penilaian dini gangguan menelan adalah Eating Assessment Tools (EAT-10).&#13;
Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara EAT-10 dengan PAS pada pasien stroke iskemik akut di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.&#13;
Metode: Penelitian analitik obervasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian diambil berdasarkan teknik consecutive sampling pada pasien stroke iskemik akut yang menjalani rawat inap di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada Desember 2024 hingga Februari 2025. Diagnosis disfagia ditegakkan dengan penilaian Fiberoptic Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES) dan menggunakan skor Penetration-Aspiration Scale (PAS).&#13;
Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara skor EAT-10 terhadap derajat disfagia berdasarkan skor PAS (r=-0,777; p=0,000). EAT-10 merupakan modalitas yang baik dalam mendeteksi disfagia (area under curve (AUC) 0,960; cut-off 9 menunjukkan sensitivitas 79,2% dan spesifisitas 91,7%)&#13;
Kesimpulan: Kuesioner EAT-10 berkorelasi positif terhadap derajat disfagia yang dinilai dengan skor PAS, yang mengindikasikan bahwa kuesioner ini dapat dipertimbangkan sebagai alat skrining disfagia pada pasien dengan stroke iskemik akut.&#13;
Kata Kunci: stroke iskemik akut, EAT-10, PAS, FEES</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1703039</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-09 15:35:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-09 16:26:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>