PROSES KREATIF PENCIPTAAN KARYA TARI “DILEE-KA” OLEH MUHAMMAD FAHLEVY | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PROSES KREATIF PENCIPTAAN KARYA TARI “DILEE-KA” OLEH MUHAMMAD FAHLEVY


Pengarang

SULTANA PUSPA NABILA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Tri Supadmi - 196702161993032002 - Dosen Pembimbing I
Mukhsin Putra Hafid - 197607022006041001 - Dosen Pembimbing II
Ramdiana - 197609162006042001 - Penguji
Nurlaili - 197506102006042001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2106102030048

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

792.82

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Sultana Puspa Nabila. (2025). Proses Kreatif Penciptaan Karya Tari “Dilee-Ka”
Oleh Muhammad Fahlevy. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah
bimbingan Dra. Tri Supadmi, M.Sn dan Dr. Mukhsin Putra Hafid, S.Sn., M.A.

Penelitian ini membahas proses kreatif dalam penciptaan karya tari “Dilee-Ka”
yang diciptakan oleh Muhammad Fahlevy, mahasiswa Program Studi Pendidikan
Seni Universitas Syiah Kuala. Tari “Dilee-Ka” merupakan karya tari yang
terinspirasi dari lagu Doda-idi, yaitu nyanyian pengantar tidur khas Aceh yang
sarat akan nilai emosional antara ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan bentuk tari dan proses kreatif dalam penciptaan gerak tari
“Dilee-Ka”. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode
deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi dan dilakukan analsisi data seperti reduksi data,
penyajian data, dan menarik kesimpulan. Subjek penelitian adalah Muhammad
Fahlevy sebagai koreografer sekaligus pencipta karya, sedangkan objek penelitian
adalah karya tari “Dilee-Ka” itu sendiri. Teori yang digunakan merupakan teori
penciptaan serta rangsang gerak dari Jack Queline Smith. Gerak tari “Dilee-Ka”
menampilkan perpaduan antara gerak murni, maknawi, representasional, simbolis
dan studi dengan estetika khas tari tradisi Aceh yang dikembangkan secara kreatif.
Properti berupa kain coklat digunakan secara simbolis sebagai pemisah ruang dan
waktu, memperkuat makna naratif tentang kerinduan terhadap sosok ibu. Karya
ini tidak hanya merepresentasikan kenangan masa kecil dan kedekatan emosional
dengan ibu, tetapi juga menjadi refleksi generasi muda terhadap nilai-nilai budaya
lokal. Dengan demikian, proses kreatif dalam karya tari “Dilee-Ka” menjadi bukti
konkret bagaimana pengalaman personal dan kearifan lokal dapat dikemas
menjadi pertunjukan seni yang bermakna dan berdaya ungkap tinggi.
Kata kunci: proses kreatif, tari Dilee-Ka, penciptaan tari, gerak tari.


ABSTRACT Sultana Puspa Nabila. (2025). The Creative Process of the Dance Work 'Dilee-Ka' by Muhammad Fahlevy. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the supervision of Dra. Tri Supadmi, M.Sn and Dr. Mukhsin Putra Hafid, S.Sn., M.A. This research discusses the creative process in the creation of the dance work 'Dilee-Ka' created by Muhammad Fahlevy, a student of the Arts Education Study Program at Syiah Kuala University. The dance 'Dilee-Ka' is inspired by the song Doda-idi, which is a lullaby typical of Aceh, rich in emotional values between mother and child. This research aims to describe the form of the dance and the creative process in the creation of the dance movements of 'Dilee-Ka'. The method used is a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation. The subject of the research is Muhammad Fahlevy as the choreographer as well as the creator of the work, while the object of the research is the dance work 'Dilee-Ka' itself. The theory used is the theory of creation and movement stimuli by Jack Queline Smith, which is present in the exploration stage. "Dilee-Ka" dance features a combination of pure movement, meaning, representation, symbolism, and study with a unique aesthetic of traditional Acehnese dance that is developed creatively. The property in the form of brown fabric is used symbolically as a separator of space and time, reinforcing the narrative meaning of longing for a mother figure. This work not only represents childhood memories and emotional closeness to the mother but also serves as a reflection of the younger generation on local cultural values. Thus, the creative process in the "Dilee-Ka" dance becomes concrete evidence of how personal experience and local wisdom can be packaged into a meaningful and highly expressive art performance. Keywords: creative process, Dilee-Ka dance, dance creation, dance movement.

Citation



    SERVICES DESK