PEMANFAATAN KAYU SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L.) SEBAGAI ZAT PEWARNAAN ALAMI PADA OUTER DENGAN TEKNIK JUMPUTAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMANFAATAN KAYU SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L.) SEBAGAI ZAT PEWARNAAN ALAMI PADA OUTER DENGAN TEKNIK JUMPUTAN


Pengarang

SITI RAIHAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Novita - 198011092006042001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2106104010100

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FKIP (S1)., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

746.6

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Warna merupakan salah satu cara untuk meningkatkan mutu tekstil. Seiring meningkatnya kesadaran terhadap dampak lingkungan, pemanfaatan bahan pewarna alami sangat dianjurkan. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai bahan pewarna alami tekstil adalah batang kayu secang (Caesalpinia Sappan L.). Tujuan penelitian adalah untuk mengekstraksi kayu secang (Caesalpinia Sappan L.) yang digunakan untuk membuat dan mendesain outer dengan kain jumputan serta mengetahui pendapat informan tentang hasil produk outer dari kain jumputan dengan menggunakan pewarna alami dari kayu secang. Penelitian menggunakan metode eksperimen terapan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari lima orang yaitu satu pengrajin jumputan, satu designer, dua mahasiswa Tata Busana FKIP USK, dan satu remaja yang ditetapkan berdasarkan purposive sampling dengan kriteria mahir membuat jumputan, memiliki ketertarikan terhadap outer dari pewarnaan alami dan memiliki pemahaman terhadap topik yang sedang diteliti. Hasil penelitian telah berhasil membuat dua produk outer jenis cardigan dengan model yang berbeda menggunakan pewarna alami dari kayu secang menggunakan teknik jumputan. Produk cardigan menggunakan potongan loose fit (longgar) dan memiliki lengan panjang. Warna akhir yang dihasilkan dari proses fiksasi (mengunci zat warna) pada pembuatan outer dari kain jumputan model I adalah warna ungu gelap yang dihasilkan dari fiksasi tunjung. Pada model II menghasilkan warna merah yang dihasilkan dari fiksasi pencampuran tawas dan kapur, Kelima informan menyukai pewarna alami menggunakan kayu secang karena warna yang dihasilkan merah, desain yang simple namun elegant dan motif yang yang menarik. Pada outer model I menggunakan jumputan dengan perpaduan motif kawung dan motif lingkaran, sedangkan outer model II menggunakan jumputan motif ulir, daun, dan lingkaran. Penelitian diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi designer, pelaku industri kreatif maupun masyarakat untuk terus mengenal teknik-teknik pewarnaan tekstil, serta memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi.

Color is one way to improve the quality of textiles. With increasing awareness of environmental impacts, the use of natural dyes is highly recommended. One plant that can be used as a natural textile dye is the secang wood (Caesalpinia Sappan L.). The objective of this study is to extract secang wood (Caesalpinia Sappan L.) for use in creating and designing outerwear with jumputan fabric, as well as to determine the opinions of informants regarding the outerwear products made from jumputan fabric using natural dyes from secang wood. The study employed an applied experimental method with a qualitative approach. The research subjects consisted of five individuals: one jumputan artisan, one designer, two Fashion Design students from the Faculty of Education and Teacher Training, University of Syiah Kuala, and one teenager selected through purposive sampling based on criteria including proficiency in jumputan craftsmanship, interest in outerwear made with natural dyes, and understanding of the research topic. The research successfully produced two outerwear products of the cardigan type with different designs using natural dyes from secang wood through the jumputan technique. The cardigan product uses a loose fit cut and has long sleeves. The final color produced from the fixation process (locking in the dye) in the manufacture of the outer layer of jumputan fabric model I is a dark purple color produced from tunjung fixation. Model II produces a red color resulting from the fixation of a mixture of alum and lime. All five informants prefer natural dyes made from secang wood because of the red color produced, the simple yet elegant design, and the attractive patterns. Model I outerwear uses jumputan with a combination of kawung and circle motifs, while Model II outerwear uses jumputan with spiral, leaf, and circle motifs. The study is expected to inspire designers, creative industry practitioners, and the public to continue exploring textile dyeing techniques, as well as contribute positively to cultural preservation and economic development.

Citation



    SERVICES DESK