<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702985">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nisa Sahria</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lahan sawah yang digunakan secara terus-menerus tanpa diimbangi dengan pengelolaan yang baik dapat mengalami penurunan kualitas tanah, terutama dalam hal keseimbangan unsur hara seperti karbon (C) dan nitrogen (N). Salah satu indikator penting dalam menilai kualitas dan kesuburan tanah adalah rasio C/N, yang menggambarkan kecepatan dekomposisi bahan organik serta ketersediaan nitrogen bagi tanaman. Ketidakseimbangan antara kandungan C dan N dapat memengaruhi proses mineralisasi dan imobilisasi nitrogen, sehingga berdampak pada efisiensi serapan hara oleh tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran kandungan karbon organik, nitrogen total, dan rasio C/N pada lahan sawah di Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, guna menyediakan informasi spasial yang dapat digunakan dalam pengelolaan lahan secara tepat dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif dengan pendekatan spasial. Pengambilan sampel tanah dilakukan di 15 titik menggunakan metode purposive random sampling berdasarkan tiga satuan lahan homogen (SLH), yang ditentukan dari kombinasi jenis tanah (Inceptisols dan Ultisols) serta jenis sawah (irigasi dan tadah hujan). Analisis laboratorium dilakukan untuk mengukur kadar C-organik (menggunakan metode Walkley &amp; Black) dan N-total (menggunakan metode Kjeldahl), kemudian rasio C/N dihitung. Selanjutnya, analisis spasial dilakukan menggunakan interpolasi kriging pada perangkat lunak ArcGIS.interpolasi kriging yang diolah dengan bantuan perangkat lunak ArcGIS. Berdasarkan hasil analisis laboratorium dan spasial, diketahui bahwa kandungan C- organik pada lahan sawah di wilayah penelitian terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu sangat rendah dengan luas 11,00 ha (5,47%), rendah seluas 170,66 ha(84,88%), dan sedang dengan luas 19,38 ha (9,63%). Kandungan N-total di seluruh lahan yang diteliti menunjukkan kategori rendah dengan total luasan mencapai 201,04 ha (100%). Sementara itu, sebaran rasio C/N juga terbagi ke dalam tiga kategori, yakni sangat rendah dengan luas 1,98 ha (0,98%), rendah seluas 124,31 ha (61,8%), dan sedang seluas 74,80 ha (37,2%).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LAND USE - AGRICULTURAL SURVEYS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SOIL FERTILITY</topic>
 </subject>
 <classification>631.47</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702985</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-08 18:52:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-09 09:32:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>