Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMETAAN SEBARAN C, N, DAN RASIO C/N PADA LAHAN SAWAH DI KECAMATAN BABUSSALAM KABUPATEN ACEH TENGGARA
Pengarang
Nisa Sahria - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Syakur - 196803041993031003 - Dosen Pembimbing I
Munawar Khalil - 196010061986021002 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2105108010040
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
631.47
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Lahan sawah yang digunakan secara terus-menerus tanpa diimbangi dengan pengelolaan yang baik dapat mengalami penurunan kualitas tanah, terutama dalam hal keseimbangan unsur hara seperti karbon (C) dan nitrogen (N). Salah satu indikator penting dalam menilai kualitas dan kesuburan tanah adalah rasio C/N, yang menggambarkan kecepatan dekomposisi bahan organik serta ketersediaan nitrogen bagi tanaman. Ketidakseimbangan antara kandungan C dan N dapat memengaruhi proses mineralisasi dan imobilisasi nitrogen, sehingga berdampak pada efisiensi serapan hara oleh tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran kandungan karbon organik, nitrogen total, dan rasio C/N pada lahan sawah di Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, guna menyediakan informasi spasial yang dapat digunakan dalam pengelolaan lahan secara tepat dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif dengan pendekatan spasial. Pengambilan sampel tanah dilakukan di 15 titik menggunakan metode purposive random sampling berdasarkan tiga satuan lahan homogen (SLH), yang ditentukan dari kombinasi jenis tanah (Inceptisols dan Ultisols) serta jenis sawah (irigasi dan tadah hujan). Analisis laboratorium dilakukan untuk mengukur kadar C-organik (menggunakan metode Walkley & Black) dan N-total (menggunakan metode Kjeldahl), kemudian rasio C/N dihitung. Selanjutnya, analisis spasial dilakukan menggunakan interpolasi kriging pada perangkat lunak ArcGIS.interpolasi kriging yang diolah dengan bantuan perangkat lunak ArcGIS. Berdasarkan hasil analisis laboratorium dan spasial, diketahui bahwa kandungan C- organik pada lahan sawah di wilayah penelitian terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu sangat rendah dengan luas 11,00 ha (5,47%), rendah seluas 170,66 ha(84,88%), dan sedang dengan luas 19,38 ha (9,63%). Kandungan N-total di seluruh lahan yang diteliti menunjukkan kategori rendah dengan total luasan mencapai 201,04 ha (100%). Sementara itu, sebaran rasio C/N juga terbagi ke dalam tiga kategori, yakni sangat rendah dengan luas 1,98 ha (0,98%), rendah seluas 124,31 ha (61,8%), dan sedang seluas 74,80 ha (37,2%).
Continuous use of paddy fields without proper management can lead to a decline in soil quality, particularly in terms of the balance of essential nutrients such as carbon (C) and nitrogen (N). One of the key indicators for assessing soil quality and fertility is the C/N ratio, which reflects the rate of organic matter decomposition and the availability of nitrogen for plants. An imbalance between C and N content can affect the processes of nitrogen mineralization and immobilization, thereby influencing the efficiency of nutrient uptake by crops. Therefore, this study aims to map the spatial distribution of organic carbon, total nitrogen, and the C/N ratio in paddy fields of Babussalam Subdistrict, Southeast Aceh Regency, to provide spatial information that can support precise and sustainable land management. The method used was a descriptive survey with a spatial approach. Soil samples were collected from 15 points using purposive random sampling based on three homogeneous land units (HLUs), determined by the combination of soil types (Inceptisols and Ultisols) and paddy field types (irrigated and rainfed). Laboratory analyses were conducted to measure organic carbon (using the Walkley & Black method) and total nitrogen (using the Kjeldahl method), followed by the calculation of the C/N ratio. Spatial analysis was then carried out using kriging interpolation with the aid of ArcGIS software. Based on laboratory and spatial analysis results, it was found that the organic carbon content in the study area’s paddy fields was classified into three categories: very low with an area of 11.00 ha (5.47%), low covering 170.66 ha (84.88%), and moderate covering 19.38 ha (9.63%). The total nitrogen content across all studied areas was classified as low, with a total area of 201.04 ha (100%). Meanwhile, the distribution of the C/N ratio was also divided into three categories: very low covering 1.98 ha (0.98%), low covering 124.31 ha (61.8%), and moderate covering 74.80 ha (37.2%).
PEMETAAN SEBARAN C, N, DAN RASIO C/N PADA LAHAN SAWAH DI KECAMATAN BABUSSALAM KABUPATEN ACEH TENGGARA (Nisa Sahria, 2025)
PERUBAHAN SIFAT KIMIA TANAH DAN PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN KEDELAI DAN JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK DENGAN APLIKASI PEMBENAH TANAH DAN POLA TANAM YANG BERBEDA (T. Fachrul Razie, 2018)
STUDI KONVERSI LAHAN PERTANIAN KE NON PERTANIAN (STUDI KASUS DI KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR) (SELFIA HENIKA, 2014)
PENGARUH ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP PETANI PEREMPUAN DI KABUPATEN ACEH BESAR (Desi Ade Trya, 2017)
ANALISIS POLA DAN FAKTOR-FAKTOR PEMILIHAN LOKASI MINIMARKET WARALABA DI KECAMATAN BABUSSALAM KABUPATEN ACEH TENGGARA (Mufidah Zahra, 2024)