<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702907">
 <titleInfo>
  <title>TINGKAT PENCEMARAN LINGKUNGAN, TANAH, AIR DAN UDARA TERKAIT PENGOLAHAN LIMBAH UNTUK KEBERLANJUTAN PERTENAKAN ITIK DI KAWASAN KAJHU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ADE ARDIANTA SEMBIRING</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peternakan itik khususnya di Indonesia merupakan salah satu sektor agribisnis yang berkembang pesat serta memiliki peran strategis dalam pemenuhan kebutuhan pangan hewani, khususnya dalam produksi telur dan daging. Namun, perkembangan yang cepat ini juga membawa tantangan baru, terutama terkait dengan dampak negatif terhadap lingkungan. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah peternakan itik, seperti kotoran, sisa pakan, dan limbah cair, mulai menunjukkan dampak yang semakin besar terhadap kualitas lingkungan di kawasan tersebut. Selain pencemaran tanah, limbah cair yang berasal dari kotoran dan sisa pakan itik berpotensi mencemari sumber air yang digunakan oleh masyarakat setempat. Pencemaran air yang tidak segera ditangani dapat berdampak langsung terhadap kualitas air di lingkungan sekitar. Pencemaran udara juga menjadi isu penting, di mana bau tidak sedap yang ditimbulkan dari peternakan itik dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan penduduk sekitar. Oleh karena itu, untuk menjaga keberlanjutan peternakan itik yang ramah lingkungan, sangat penting untuk mengidentifikasi seberapa besar pencemaran yang terjadi, agar dapat merancang langkah-langkah mitigasi yang tepat guna mengurangi dampaknya. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan besaran cemaran di udara, air dan tanah yang terjadi di Kawasan Peternakan Itik Kajhu. &#13;
	Penelitian ini telah dilakukan di tiga tempat yaitu Kawasan Peternakan Itik, Kajhu, Baitussalam, Aceh Besar, Laboratorium Teknik Pengujian Kualitas Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, UPTD Balai Pengujian Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh. Kawasan peternakan ini dipilih karena memiliki potensi dan kegiatan peternakan itik yang cukup banyak, yang dapat memberikan data representatif terkait dampak pencemaran dan pengelolaan limbah dalam sistem peternakan. Penelitian ini telah dilaksanakan selama satu bulan, yaitu dari bulan Juni 2025 sampai dengan Juli 2025. Analisis data dilakukan secara deskriptif, kemudian data kuantitatif yang didapat akan dibandingkan dengan Peraturan mentri yang mengatur tentang kondisi lingkungan yang baik berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 150 Tahun 2000 tentang Pengendalian Kerusakan Tanah untuk Produksi Biomassa, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, dan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 50 Tahun 1996 Tentang Baku Tingkat Kebauan.&#13;
	Berdasarkan hasil penelitian, tingkat pencemaran tanah, air, dan udara akibat aktivitas peternakan itik telah mengalami pencemaran fekal berat yang berakibat fatal terhadap lingkungan sekitar. Faktor utama penyebab kerusakan lingkungan pada lokasi peternakan itik Kajhu ialah kombinasi limbah padat, limbah cair, dan emisi gas yang tidak dikelola dengan baik.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DUCKS - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <classification>636.597</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702907</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-08 00:34:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-08 10:41:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>