<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702895">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI METODE STORYTELLING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PESERTA DIDIK PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SD NEGERI LAMPEUNERUT KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>VINA OKTAVIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP UNSYIAH</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berdasarkan observasi awal, banyak peserta didik masih pasif, ragu berbicara, dan kurang percaya diri. Begitu juga dengan metode yang digunakan guru didalam kelas, kurangnya melatih keterampilan berbicara peserta dan hanya berpusat kepada guru saat pembelajaran sehingga aktivitas peserta didik didalam kelas kurang aktif. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas peserta didik, serta peningkatan keterampilan berbicara melalui penerapan metode storytelling pada pelajaran Bahasa Indonesia kelas V SD Negeri Lampeunerut Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi dan unjuk kerja keterampilan berbicara dengan indikator pelafalan, intonasi, urutan, dan kelancaran. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas guru pada siklus I mendapatkan nilai rata-rata 3,0 dan siklus II mendapatkan nilai rata-rata 3,4. Aktivitas peserta didik pada siklus I mendapatkan nilai ketuntasan 45% dan siklus II 81%. Hasil tes keterampilan berbicara siswa mendapatkan nilai ketuntasan pada siklus I adalah 41% dan pada siklus II adalah 84%. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa storytelling dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dan kemampuan mereka dalam menyampaikan ide secara lisan dengan lebih percaya diri dan terstruktur.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EDUCATIONAL MEDIA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TEACHING METHODS - ELEMENTARY EDUCATION</topic>
 </subject>
 <classification>372.13</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702895</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-07 18:27:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-08 10:29:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>