PROSES PEMBUATAN KAIN TENUN DENGAN MENGGUNAKAN ATBM DI DESA COT PLUH KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PROSES PEMBUATAN KAIN TENUN DENGAN MENGGUNAKAN ATBM DI DESA COT PLUH KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT


Pengarang

Ghousina - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ismawan - 196808151995121002 - Dosen Pembimbing I
Nurlaili - 197506102006042001 - Dosen Pembimbing II
Ramdiana - 197609162006042001 - Penguji
Rida Safuan Selian - 197610072002121003 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2106102030032

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Sendratasik., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

677.62

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Ghousina (2025). Proses Pembuatan Kain Tenun dengan Menggunakan ATBM di
Desa Cot Pluh Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. [Skripsi. Universitas
Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Ismawan, S.Sn., M.Sn. dan Nurlaili, S.Pd.,
M.Pd.
Penelitian yang berjudul “Proses Pembuatan Kain Tenun dengan Menggunakan
ATBM di Desa Cot Pluh Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat” bertujuan
untuk mendeskripsikan secara menyeluruh proses pembuatan kain tenun dengan
menggunakan ATBM dan mengindentifikasi ragam motif. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian
ini adalah pengrajin tenun sedangkan objek dalam penelitian ini adalah proses
pembuatan dan ragam motif kain tenun. Lokasi penelitian di Desa Cot Pluh
Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung di lapangan.
Analisis yang digunakan dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian
menyajikannya dalam uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan
Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan kain tenun
dengan menggunakan ATBM terdiri atas beberapa tahapan penting, yaitu:
Persiapan alat dan bahan, pengolahan bahan kemudian proses pembuatan. Dimana
proses pembuatan terdiri dari Menghani, menyucuk, menyisir, menenun, membuat
motif. Setiap tahapan memiliki peran penting yang saling berhubungan dalam
menghasilkan kain yang berkualitas. Selain proses teknis, penelitian ini juga
menemukan berbagai motif yang masih digunakan, antara lain motif pinto Aceh,
bunga seulanga, daun keladi, bunga celepok, uke bate, dan bunga kembang.
Kata kunci : ATBM, proses pembuatan, kain tenun, ragam motif.

ABSTRACT Ghousina (2025). The Process of Making Woven Fabric Using Hand-Held Machines in Cot Pluh Village, Samatiga District, West Aceh Regency. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Ismawan, S.Sn., M.Sn. and Nurlaili, S.Pd., M.Pd. The research entitled "The Process of Making Woven Cloth Using ATBM in Cot Pluh Village, Samatiga District, West Aceh Regency" aims to describe in full the process of making woven cloth using ATBM and identify various motifs. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. The subjects of this research are weaving craftsmen while the objects in this research are the process of making and various motifs of woven cloth. The research location is in Cot Pluh Village, Samatiga District, West Aceh Regency. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and direct documentation methods in the field. The analysis used is by reducing the data first then presenting it in a brief description and finally drawing conclusions. The results of the study show that the process of making woven cloth using ATBM consists of several important stages, namely: Preparation of tools and materials, processing materials then the manufacturing process. Where the manufacturing process consists of Menghani, menyucuk, combing, weaving, making motifs. Each stage has an important role that is interconnected in producing quality cloth. In addition to the technical process, this research also identified various motifs still in use, including the Acehnese pinto, seulanga flower, taro leaf, celepok flower, uke bate, and kembang flower. Keywords: Handloom weaving, manufacturing process, woven fabric, motif variety.

Citation



    SERVICES DESK