GAMBARAN WOUNDED INNER CHILD PADA REMAJA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GAMBARAN WOUNDED INNER CHILD PADA REMAJA


Pengarang

Ika Syafira Rasya - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nurbaity-198108202006042003 - - - Dosen Pembimbing I
Jamilah Aini Nasution - 199107032019032024 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106104030034

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ika Syafira Rasya (2025). Gambaran Wounded Inner Child Pada Remaja. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Nurbaity, S.Pd., M.Ed dan Jamilah Aini Nasution, S.Pd., M.Pd.
Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan individu, namun tidak sedikit remaja yang menghadapi berbagai permasalahan emosional yang berasal dari pengalaman masa kecil yang menyakitkan. Wounded inner child merupakan kondisi psikologis yang terjadi ketika individu mengalami trauma emosional yang belum terselesaikan dan berdampak pada cara berpikir, emosi, serta perilaku hingga dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi wounded inner child pada siswa SMP Negeri 1 Baitussalam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 161 siswa sebagai sampel yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa skala wounded inner child yang mencakup sembilan aspek, yaitu codependency, narcissistically deprived, trust issues, acting out/acting in behaviors, magical beliefs, intimacy dysfunctions, nondisciplined behaviors, thought distortions, dan emptiness (apathy, depression). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami wounded inner child dalam kategori sedang pada hampir semua aspekyang mencerminkan adanya luka batin yang cukup signifikan namun belum mencapai tingkat berat. Pengalaman masa kecil yang paling banyak dialami oleh siswa yaitu tidak pernah dipeluk atau dipuji yang dialami oleh 39 siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya peran layanan bimbingan dan konseling di sekolah untuk mendeteksi dan menangani luka emosional pada remaja agar mereka dapat berkembang secara sehat, baik secara emosional maupun sosial.
Kata Kunci: Wounded inner child, Remaja, SMP, Penelitian deskriptif, Kuantitatif.

Ika Syafira Rasya (2025). The Description of Wounded Inner Child in Adolescents. [Undergraduate Thesis, Syiah Kuala University]. Supervised by Nurbaity, S.Pd., M.Ed., and Jamilah Aini Nasution, S.Pd., M.Pd. Adolescence is a crucial phase in individual development; however, many adolescents face emotional problems stemming from painful childhood experiences. The wounded inner child is a psychological condition that arises when individuals experience unresolved emotional trauma, affecting their thoughts, emotions, and behaviors into adulthood. This study aims to describe the condition of the wounded inner child among students at SMP Negeri 1 Baitussalam. A descriptive quantitative approach was used, involving 161 students selected through simple random sampling. The research instrument was a wounded inner child scale encompassing nine aspects: codependency, narcissistically deprived, trust issues, acting out/acting in behaviors, magical beliefs, intimacy dysfunctions, nondisciplined behaviors, thought distortions, and emptiness (apathy, depression). The results showed that the majority of students experienced a moderate level of wounded inner child across almost all aspects, indicating significant emotional wounds, though not yet at a severe level. The most commonly reported childhood experience was never being hugged or praised, reported by 39 students. These findings highlight the importance of school-based guidance and counseling services in identifying and addressing emotional wounds in adolescents, enabling them to grow in a healthy emotional and social manner. Keywords: Wounded inner child, Adolescents, Junior High School, Descriptive Research, Quantitative.

Citation



    SERVICES DESK