<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702867">
 <titleInfo>
  <title>UJI KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS TANAMAN NILAM ACEH (POGOSTEMON CABLIN BENTH) TERHADAP INTENSITAS SERANGAN KUTU PUTIH (PSEUDOCOCCUS SP.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUTIA ZAHRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama di Provinsi Aceh. Minyak nilam digunakan dalam industri parfum, kosmetik, dan farmasi, serta menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. Namun, dalam budidayanya, tanaman nilam kerap menghadapi serangan hama, salah satunya adalah kutu putih (Pseudococcus sp.), yang dapat mengganggu pertumbuhan dan menurunkan kualitas hasil panen. Serangan kutu putih menyebabkan kerusakan bentuk morfologi pada tanaman dan menurunkan efisiensi fotosintesis akibat munculnya cendawan jelaga dari ekskresi embun madu.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji intensitas serangan kutu putih pada tiga varietas nilam Aceh, yaitu Sidikalang, Tapak Tuan, dan Lhokseumawe, serta untuk mengetahui pengaruh serangan tersebut terhadap pertumbuhan tanaman. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan, Laboratorium Hama Tumbuhan dan Laboratorium Dasar Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala sejak Desember 2024 hingga selesai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial yang terdiri dari 3 varietas (V1 = Sidikalang, V2 = Tapak Tuan, V3 = Lhokseumawe), masing-masing dengan 6 ulangan, dengan setiap ulangan terdiri 3 unit tanaman nilam, sehingga diperoleh jumlah 54 unit percobaan. Masing-masing tanaman diinfestasi dengan 10 individu kutu putih, dan dilakukan pengamatan terhadap intensitas serangan, persentase serangan, jumlah individu, gejala kerusakan, tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga varietas tanaman nilam terserang, dengan rata-rata intensitas serangan tertinggi terdapat pada varietas Tapak Tuan (40,28%), diikuti Sidikalang (38,89%) dan Lhokseumawe (37,50%), namun secara statistik tidak berbeda nyata. Populasi kutu putih meningkat dari hari ke-28 hingga ke-61 setelah infestasi, dengan jumlah individu tertinggi tercatat pada varietas Tapak Tuan (23,39 ekor). Gejala serangan meliputi klorosis, keriput, nekrosis, dan pertumbuhan cendawan jelaga, terutama pada pucuk dan batang.&#13;
Pertumbuhan tanaman menunjukkan bahwa varietas Sidikalang memiliki tinggi tanaman tertinggi (86,50 cm), varietas Lhokseumawe memiliki jumlah daun terbanyak (245,89 helai), dan varietas Tapak Tuan memiliki jumlah cabang terbanyak (27,61 cabang). Varietas Lhokseumawe juga tercatat memiliki intensitas serangan lebih rendah, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai varietas yang lebih toleran terhadap serangan kutu putih.&#13;
Pengendalian kutu putih perlu dilakukan secara terpadu, terutama jika hama ini menjadi dominan dalam budidaya nilam. Penggunaan varietas toleran seperti Lhokseumawe, pengelolaan lingkungan, pemanfaatan musuh alami, serta penggunaan insektisida nabati ramah lingkungan dapat menjadi strategi pengendalian yang efektif dan berkelanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PLANTS - AGRICULTURAL PESTS</topic>
 </subject>
 <classification>632.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702867</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-07 13:52:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-08 11:31:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>