MAKNA MOTIF KERAJINAN KASAP PADA PAYUNG ADAT DI GAMPONG AIR SIALANG HILIR SAMADUA ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MAKNA MOTIF KERAJINAN KASAP PADA PAYUNG ADAT DI GAMPONG AIR SIALANG HILIR SAMADUA ACEH SELATAN


Pengarang

Dila Asriana - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rida Safuan Selian - 197610072002121003 - Dosen Pembimbing I
Samsuri - 198902062015012101 - Dosen Pembimbing II
Ismawan - 196808151995121002 - Penguji
Yeni zuryaningsih 199305312022032012 - - - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2106102030072

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Sendratasik., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Dila Asriana. (2025). Makna Motif Pada Kerajinan Kasap Pada Payung Di Gampong Air Sialang Hilir Samadua Aceh Selatan. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dr. Rida Safuan Selian,S.Pd.,M.Pd dan Samsuri, S.Pd.,M.Ed

Kerajinan kasap pada payung adat di Gampong Air Sialang Hilir, Samadua, Aceh Selatan merupakan bagian dari warisan budaya yang sarat nilai simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna motif pada kerajinan kasap, baik dari sisi denotatif maupun konotatif, serta bagaimana motif tersebut merefleksikan nilai-nilai budaya masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian meliputi pengrajin payung kasap, tokoh adat, dan budayawan, sedangkan objeknya adalah motif-motif yang tertera pada payung adat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif-motif pada kerajinan kasap tidak sekadar berfungsi sebagai hiasan visual, melainkan merupakan simbol dari nilai-nilai, sosial, spiritual, dan moral. Makna denotatif mencakup bentuk fisik seperti pola garis, lingkaran, dan simbol tumbuhan. Sedangkan makna konotatif dari motif-motif tersebut antara lain: Situnjuang (kekuatan dan pertumbuhan), Bunga Melur (kesucian dan nilai perempuan), Bungo Pala Balah Tangah (kesuburan dan kesejahteraan), Pucuk Rebung (struktur sosial dan kepemimpinan), Nago Baraliah (perlindungan spiritual), Tali Aie (kesatuan dan kesetiaan), serta Lidah Gadang dan Lidah Ketek (etika komunikasi dalam keluarga dan masyarakat).Motif kasap dapat dipahami sebagai teks budaya yang merefleksikan pandangan hidup masyarakat Aceh Selatan serta menjadi media transmisi nilai-nilai leluhur secara turun-temurun. Dengan demikian, pelestarian kasap tidak hanya penting sebagai bentuk konservasi seni tradisional, tetapi juga sebagai sarana menjaga identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi.

Kata Kunci: Makna, Motif, Kerajinan Kasap, Payung Adat.

ABSTRACT Dila Asriana.. (2025). The Meaning of the Motifs on Kasap Crafts on Umbrellas in Air Sialang Hilir Village, Samadua, South Aceh. [Undergraduate Thesis, Universitas Syiah Kuala]. Under direction of Dr. Rida Safuan Selian,S.Pd.,M.Pd and Samsuri, S.Pd.,M.Ed. Kasap Craft on Traditional Umbrellas in Gampong Air Sialang Hilir, Samadua, South Aceh is part of a rich cultural heritage imbued with symbolic and philosophical values. This study aims to reveal the meaning of the motifs in kasap craft, both from denotative and connotative perspectives, and how these motifs reflect the cultural values of the local community. The research employs a qualitative method with a descriptive approach. The subjects of this study include kasap umbrella artisans, traditional leaders, and cultural experts, while the objects are the motifs depicted on the traditional umbrellas. Data collection techniques involve observation, in-depth interviews, and documentation. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and verification. The findings indicate that the motifs in kasap craft serve not merely as decorative visual elements but as symbols embodying philosophical, social, spiritual, and moral values. The denotative meanings include physical forms such as line patterns, circles, and plant symbols. Meanwhile, the connotative meanings of the motifs are as follows: Situnjuang (strength and growth), Bunga Melur (purity and feminine values), Bungo Pala Balah Tangah (fertility and prosperity), Pucuk Rebung (social structure and leadership), Nago Baraliah (spiritual protection), Tali Aie (unity and loyalty), and Lidah Gadang and Lidah Ketek (ethical communication within families and communities). Kasap craft can thus be interpreted as a cultural text that reflects the worldview of the South Acehnese people and functions as a medium for the intergenerational transmission of ancestral values. Therefore, preserving kasap is not only vital as a form of traditional art conservation but also as a means of safeguarding local cultural identity amid the currents of globalization. Keywords: Meaning, Motif, Kasap Craft, Traditional Umbrella.

Citation



    SERVICES DESK